BERTUAHPOS — Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup lebih rendah pada Senin, 27 Oktober 2025. Penurunan ini dipicu kekhawatiran terhadap melemahnya permintaan dari India, salah satu pengimpor minyak goreng terbesar di dunia.
Menurut laporan CGS International Securities Malaysia Sdn Bhd, permintaan dari India cenderung menurun setelah berakhirnya musim perayaan minggu ini, sebagaimana dilansir dari Bernama, Selasa, 28 Oktober 2025.
“Konsumsi komoditas tropis, terutama di wilayah utara, biasanya turun selama musim dingin November–Februari. Saat suhu menurun, minyak sawit mengental dan mendorong konsumen beralih ke minyak kedelai,” jelas laporan tersebut.
Pada penutupan perdagangan, kontrak spot November 2025 turun RM47 menjadi RM4.335 per ton, sementara kontrak Desember 2025 dan Januari 2026 masing-masing turun RM49 menjadi RM4.354 dan RM4.373 per ton.
Harga kontrak Februari 2026 juga melemah RM47 menjadi RM4.388 per ton, sedangkan kontrak Maret 2026 turun RM46 menjadi RM4.386 per ton. Untuk kontrak April 2026, harga terkoreksi ringan RM3 ke posisi RM4.377 per ton.
Total volume perdagangan berkurang menjadi 69.120 lot dari 73.808 lot pada Jumat sebelumnya. Sementara itu, open interest naik ke 268.476 kontrak dari 265.714 kontrak. Di pasar fisik, harga CPO wilayah selatan Malaysia turun RM70 menjadi RM4.370 per ton.
Penurunan harga ini menjadi sinyal awal berkurangnya permintaan global terhadap komoditas minyak sawit menjelang musim dingin di negara-negara konsumen utama.
***









