BERTUAHPOS — Harga kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali ditutup melemah pada 26 Agustus 2025. Tekanan harga terjadi seiring pelemahan minyak kedelai global serta ekspektasi kenaikan produksi dalam beberapa pekan mendatang.
Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO September 2025 turun 16 Ringgit Malaysia (RM) menjadi RM4.397 per ton. Kontrak Oktober 2025 juga terkoreksi 22 RM ke level RM4.440 per ton.
Untuk kontrak CPO November 2025, harga merosot 22 RM menjadi RM4.470 per ton, sedangkan kontrak Desember 2025 terpangkas 23 RM ke posisi RM4.489 per ton.
Pelemahan juga berlanjut pada kontrak CPO Januari 2026 yang jatuh 24 RM menjadi RM4.492 per ton, serta kontrak Februari 2026 yang melemah 20 RM ke level RM4.477 per ton.
Dikutip dari Bernama, trader komoditas David Ng mengatakan pasar tertekan akibat kombinasi harga minyak kedelai yang turun dan potensi lonjakan produksi CPO. Menurutnya, risiko pelemahan harga masih terbuka lebar.
“Kami melihat level support di RM4.400 per ton dan resistance di RM4.580 per ton,” kata David Ng.
Sementara itu, harga kedelai berjangka Amerika Serikat kontrak November 2025 tercatat USD1.047,88 per bushel, turun 0,11% pada perdagangan Selasa.***









