BERTUAHPOS — Harga kontrak minyak sawit mentah atau CPO di pasar berjangka Malaysia pekan ini, diperkirakan akan bergerak lebih rendah dari minggu lalu.
Aksi ambil untung masih masih sangat dominan, sedangkan ketersediaan CPO di Malaysia yang terus meningkat menjadi penyebabnya.
Menurut senior Interband Group of Companies, Jim Teh—yang juga pengusaha minyak sawit mentah—tekanan harga muncul seiring tingginya stok CPO. Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) sebagaimana dalam laporannya untuk November 2025.
Jim yakin bahwa kondisi ini “sangat memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan,” katanya dikutip dari Bernama.
Data MPOB menunjukkan persediaan CPO Malaysia pada November 2025 naik 17,56 persen menjadi 1,74 juta ton. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan stok Oktober 2025 yang tercatat sebesar 1,47 juta ton.
Meski demikian, Jim Teh menilai permintaan fisik masih berpotensi datang dari sejumlah pasar utama. Negara tujuan ekspor yang diperkirakan aktif menyerap CPO antara lain India, Pakistan, Uni Eropa, kawasan Timur Tengah, hingga Amerika Serikat.
Dengan kondisi tersebut, Jim Teh memperkirakan harga CPO akan bergerak di kisaran RM3.800 hingga RM4.000 per ton pada perdagangan pekan mendatang. Namun, volatilitas tetap berpeluang terjadi mengikuti dinamika pasar global.
Pandangan senada disampaikan pedagang minyak sawit lainnya, David Ng. Ia memperkirakan pasar berjangka CPO cenderung bearish akibat kekhawatiran berlanjut atas meningkatnya stok di Malaysia.
David Ng memprediksi harga CPO akan bergerak di rentang RM3.950 hingga RM4.100 per ton pada pekan depan. Menurutnya, pelaku pasar masih mencermati keseimbangan antara pasokan dan permintaan dalam jangka pendek.
Berdasarkan perhitungan mingguan, kontrak spot Desember 2025 tercatat turun RM115 menjadi RM3.980 per ton. Kontrak Januari 2026 juga melemah RM132 menjadi RM4.003 per ton, sementara Februari 2026 turun RM134 ke level RM4.018 per ton.
Tekanan harga berlanjut pada kontrak bulan berikutnya. Kontrak Maret 2026 turun RM140 menjadi RM4.028 per ton, April 2026 melemah RM136 ke RM4.035 per ton, dan kontrak Mei 2026 turun RM134 menjadi RM4.034 per ton.
Di sisi aktivitas pasar, volume perdagangan mingguan melonjak menjadi 436.257 lot dari 293.576 lot pada pekan sebelumnya. Sementara itu, open interest tercatat naik menjadi 263.277 kontrak dari 262.698 kontrak.
Adapun harga fisik CPO untuk pengiriman Desember wilayah selatan Malaysia dilaporkan turun RM120 menjadi RM4.030 per ton. Pergerakan ini menegaskan tekanan pasar CPO masih cukup kuat di tengah lonjakan persediaan.***









