BERTUAHPOS – Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan bergerak sideways (mendatar) dengan kecenderungan bearish ringan pada pekan ini.
Aksi ambil untung oleh pelaku pasar menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga, menurut analis minyak sawit senior Interband Group of Companies, Jim Teh.
Dia memperkirakan harga CPO akan bergerak di kisaran RM4.300 hingga RM4.550 per ton. “Permintaan fisik diprediksi masih datang dari Tiongkok, India, Pakistan, negara-negara Timur Tengah, dan sejumlah pembeli Uni Eropa,” ujar Teh seperti dikutip dari Bernama, Senin, 27 Oktober 2025.
Secara mingguan, kontrak spot November 2025 turun RM57 menjadi RM4.382 per ton, sedangkan Desember 2025 melemah RM73 ke posisi RM4.403 per ton. Untuk Januari 2026, harga turun RM91 ke level RM4.422 per ton.
Penurunan juga terjadi pada kontrak Februari 2026 yang turun RM92 menjadi RM4.435 per ton, Maret 2026 melemah RM86 ke RM4.432 per ton, dan April 2026 turun RM76 menjadi RM4.420 per ton.
Dari sisi aktivitas pasar, volume perdagangan mingguan berkurang menjadi 361.379 lot dari 510.118 lot pada pekan sebelumnya. Sementara itu, open interest turun menjadi 256.714 kontrak dibanding 289.323 kontrak sebelumnya.
Harga CPO fisik untuk wilayah Selatan Malaysia tercatat stabil di posisi RM4.440 per ton.***









