BERTUAHPOS — Kontrak berjangka minyak sawit mentah atau CPO di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan bergerak mendatar selama pekan depan ini.
Pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu katalis baru dari Konferensi dan Pameran Prospek Harga Minyak Sawit dan Laurik ke-37 atau POC2026.
Pedagang independen dari Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, menyebut konferensi tersebut berpotensi memberikan gambaran baru terkait fundamental minyak sawit dan arah pergerakan harga dalam waktu dekat.
Ia memperkirakan harga CPO akan bergerak di kisaran RM4.080 hingga RM4.200 per ton pada perdagangan pekan depan. Rentang harga tersebut mencerminkan kondisi pasar yang masih menunggu kepastian permintaan dan sentimen global.
Sementara itu, pedagang minyak sawit senior dari Interband Group of Companies, Jim Teh, menilai permintaan fisik CPO berpotensi meningkat menjelang Tahun Baru Imlek, khususnya dari China.
Selain China, Jim Teh menyebut permintaan juga diperkirakan datang dari India, Pakistan, kawasan Timur Tengah, Uni Eropa, serta Amerika Serikat. Namun demikian, peningkatan permintaan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mendorong lonjakan harga dalam jangka pendek.
Dengan kondisi tersebut, Jim Teh memperkirakan harga CPO masih akan bergerak di kisaran RM3.800 hingga RM3.950 per ton, seiring pasar yang masih mencari keseimbangan antara pasokan dan permintaan.
Dari sisi pergerakan kontrak, jika dibandingkan perdagangan Jumat ke Jumat, kontrak Februari 2026 tercatat turun RM78 menjadi RM4.082 per ton. Kontrak Maret 2026 melemah RM88 ke level RM4.121 per ton.
Kontrak April 2026 juga mengalami penurunan sebesar RM75 menjadi RM4.154 per ton. Tren pelemahan ini berlanjut pada kontrak bulan berikutnya.
Kontrak Mei 2026 turun RM65 menjadi RM4.163 per ton, kontrak Juni 2026 melemah RM55 ke RM4.158 per ton, sementara kontrak Juli 2026 terkoreksi RM44 menjadi RM4.150 per ton.
Aktivitas perdagangan turut menunjukkan perlambatan. Volume perdagangan mingguan tercatat turun menjadi 274.729 lot dari 455.274 lot pada pekan sebelumnya. Sementara itu, open interest menyusut menjadi 219.059 kontrak dari sebelumnya 220.712 kontrak.
Di pasar fisik, harga CPO terbaru untuk pengiriman Januari di wilayah Selatan tercatat turun RM70 menjadi RM4.130 per ton, menandakan tekanan harga masih terasa di pasar spot.***









