Bandara milik Freeport dibuka untuk umum

Kamis, 05 September 2013 11:49
Bandara milik Freeport dibuka untuk umum
BERTUAHPOS, JAKARTA –  PT Freeport Indonesia (Freeport) dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua menandatangani kesepakatan bersama pengembangan dan pembangunan Bandar Udara (Bandara) Mozes Kilangin Timika.
Â
Bandara Mozes Kilangin awalnya milik Freeport sebagai fasilitas khusus perusahaan. Namun, seiring dengan kebutuhan masyarakat Timika, bandara ini diserahkan pengelolaannya ke pemerintah daerah dan dibuka untuk umum.
Â
“Semula ini bandara khusus, tetapi kenyataannya itu sudah sebagian besar untuk umum. Dibangun tahun 1970 saat ini melayani 200 ribu penumpang. Mau tidak mau secara bertahap status akan berubah,” ujar Direktur Utama Freeport Rozik B Soetjipto pada acara pendatanganan di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (5/9/2013)
Â
Sementara itu Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bhakti mengatakan perlunya pembenahan cepat untuk bandara ini agar sesuai dengan standar umum bandara.
Â
“Jadi perlu kita benahi. Tadinya ini bandara khusus yang dibangun tahun 1970 tapi sekarang diajukan oleh Freeport untuk menjadi bandara umum. Dengan begitu, aturannya kalau sudah umum, aturan umum yang berlaku. Artinya fasilitasnya sudah harus sesuai dengan umum,” kata Herry.
Â
Saat ini, menurut Herry beberapa fasilitas seperti landasan navigasi dan peralatan teknis lainnya sudah dapat dikategorikan sebagai sarana umum. Masih ada sisa bagian yang harus dibenahi adalah terminal bandara. Ia menargetkan bandara ini akan layak digunakan sebagai sarana umum tahun 2014.
Â
“Kalau bisa 1 atau 2 tahun ini jadi. 1 tahun sudah bisa. Karena landasan sudah ada, navigasi sudah ada. Tinggal terminal. Dari Provinsi Papua mengatakan tanah sudah disiapkan,” sebutnya.
Â
Mengenai anggaran, Herry mengaku akan menggunakan dari APBN, APBD dan dana corporate sosial and responsibility (CSR) dari Freeport. Dari kesepakatakan ini, diharapkan ada tindak lanjut ke arah yang lebih teknis.
Â
“Jadi kita rembuk rame-rame. Kalau APBN dan APBD sudah ada. Kalau bisa lagi ada bantuan dari Freeport itu 1 tahun bisa jadi. Ini diharapkan bisa ditindak lanjuti di level direktur untuk menata lagi untuk bisa mulai dibangun,” pungkasnya.
Â
Bupati Mimika Abdul Muis yang hadir mengaku bandara ini adalah penantian lama bagi masyarakat. Ia bersyukur adanya kesepakatan, dana diharapkan segera direalisasikan.
Â
“Penantian yang cukup lama, dan hari ini teralisasi. Ini sesuatu yang dinantikan sejalan dengan visi misi Timika (Ibukota Kabupaten Mimika) sebagai kota jasa dan industri,” ujar Abdul. PT Freeport Indonesia (Freeport) dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua menandatangani kesepakatan bersama pengembangan dan pembangunan Bandar Udara (Bandara) Mozes Kilangin Timika.
Â
Bandara Mozes Kilangin awalnya milik Freeport sebagai fasilitas khusus perusahaan. Namun, seiring dengan kebutuhan masyarakat Timika, bandara ini diserahkan pengelolaannya ke pemerintah daerah dan dibuka untuk umum.
Â
“Semula ini bandara khusus, tetapi kenyataannya itu sudah sebagian besar untuk umum. Dibangun tahun 1970 saat ini melayani 200 ribu penumpang. Mau tidak mau secara bertahap status akan berubah,” ujar Direktur Utama Freeport Rozik B Soetjipto pada acara pendatanganan di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (5/9/2013)
Â
Sementara itu Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bhakti mengatakan perlunya pembenahan cepat untuk bandara ini agar sesuai dengan standar umum bandara.
Â
“Jadi perlu kita benahi. Tadinya ini bandara khusus yang dibangun tahun 1970 tapi sekarang diajukan oleh Freeport untuk menjadi bandara umum. Dengan begitu, aturannya kalau sudah umum, aturan umum yang berlaku. Artinya fasilitasnya sudah harus sesuai dengan umum,” kata Herry.
Â
Saat ini, menurut Herry beberapa fasilitas seperti landasan navigasi dan peralatan teknis lainnya sudah dapat dikategorikan sebagai sarana umum. Masih ada sisa bagian yang harus dibenahi adalah terminal bandara. Ia menargetkan bandara ini akan layak digunakan sebagai sarana umum tahun 2014.
Â
“Kalau bisa 1 atau 2 tahun ini jadi. 1 tahun sudah bisa. Karena landasan sudah ada, navigasi sudah ada. Tinggal terminal. Dari Provinsi Papua mengatakan tanah sudah disiapkan,” sebutnya.
Â
Mengenai anggaran, Herry mengaku akan menggunakan dari APBN, APBD dan dana corporate sosial and responsibility (CSR) dari Freeport. Dari kesepakatakan ini, diharapkan ada tindak lanjut ke arah yang lebih teknis.
Â
“Jadi kita rembuk rame-rame. Kalau APBN dan APBD sudah ada. Kalau bisa lagi ada bantuan dari Freeport itu 1 tahun bisa jadi. Ini diharapkan bisa ditindak lanjuti di level direktur untuk menata lagi untuk bisa mulai dibangun,” pungkasnya.
Â
Bupati Mimika Abdul Muis yang hadir mengaku bandara ini adalah penantian lama bagi masyarakat. Ia bersyukur adanya kesepakatan, dana diharapkan segera direalisasikan.
Â
“Penantian yang cukup lama, dan hari ini teralisasi. Ini sesuatu yang dinantikan sejalan dengan visi misi Timika (Ibukota Kabupaten Mimika) sebagai kota jasa dan industri,” ujar Abdul.
Â
(detik.com)