BERTUAHPOS — Brand Puma akan dijual setelah sahamnya anjlok sekitar 50% dalam setahun terakhir. Keluarga Pinault dilaporkan tengah mencari calon pembeli untuk Puma SE.
Lewat perusahaan investasi Artémis, keluarga miliarder asal Prancis tersebut menguasai 29% saham Puma yang tercatat di Bursa Frankfurt.
Menurut laporan Bloomberg, keluarga Pinault telah menjajaki minat dari sejumlah pihak, termasuk Anta Sports Products Ltd. dan Li Ning Co. dari Tiongkok, perusahaan pakaian olahraga asal Amerika Serikat, hingga dana kekayaan negara di Timur Tengah.
Namun, kabar itu malah membuat saham Puma melonjak hingga 20% di pasar Jerman pada Senin, 25 Agustus dengan kenaikan harian terbesar sejak 2001. Saat ini, kapitalisasi pasar Puma tercatat sekitar €3,2 miliar atau setara Rp60 triliun.
Meski begitu, pembicaraan masih berlangsung dan belum ada kepastian transaksi. Juru bicara Puma menolak berkomentar, sementara Artémis, Anta, dan Li Ning belum memberikan tanggapan.
Sama halnya dengan kebanyakan brand ternama di luar negeri, bisnis Puma dilaporkan telah berjuang di tengah lesunya permintaan produk olahraga dan tekanan tarif impor AS.
Dalam 12 bulan terakhir, saham Puma merosot 50%. CEO baru Arthur Hoeld sudah berupaya melakukan perombakan bisnis, namun perusahaan tetap menghadapi penurunan penjualan. Puma juga beberapa kali mengeluarkan peringatan laba, termasuk bulan lalu.
Sementara itu, merek pesaing seperti On Holding AG, New Balance, dan Hoka berhasil merebut perhatian konsumen global. Adidas dan Nike juga menunjukkan kinerja yang lebih solid dibanding Puma.
Baru-baru ini Puma menunjuk mantan eksekutif Adidas, Andreas Hubert, sebagai Chief Operating Officer untuk memperkuat manajemen. Hubert memiliki pengalaman 20 tahun di Adidas dan pernah menjabat sebagai Chief Information Officer.
Puma didirikan pada 1948. Kini memiliki lebih dari 22.000 karyawan di seluruh dunia. Tahun lalu, perusahaan mencatat pendapatan €8,8 miliar dengan laba bersih €281,6 juta.
Puma juga dikenal sebagai sponsor resmi klub Manchester City, tim nasional Portugal, dan tim bola tangan putra Denmark.
Anta merupakan pemilik merek internasional seperti Fila, Descente, Kolon Sport, dan Jack Wolfskin. Pada 2019, Anta bersama konsorsium global mengakuisisi Amer Sports Oyj asal Finlandia dengan nilai €4,6 miliar.
Sementara itu, Li Ning, yang didirikan oleh pesenam legendaris Tiongkok pada 1990, menguasai berbagai lini produk olahraga mulai dari sepatu, pakaian, hingga peralatan tenis meja dan bulu tangkis.***









