ViraL Video 3 Wanita Injak Al-Quran, Ini Respon MUI

Senin, 22 November 2021 17:54
ViraL Video 3 Wanita Injak Al-Quran, Ini Respon MUI
Membaca Al-Quran. (Foto: Ilustrasi, Net)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespon video tiga wanita menginjak kitab suci umat Islam Al-Quran untuk bersumpah.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Miftahul Huda mengatakan perlu diketahui lebih dulu apakah ketiga perempuan dalam insiden tersebut melakukan tindakan menginjak Alquran karena tidak paham bahwa hal itu tidak boleh dilakukan atau mereka lakukan karena kesengajaan. 

“Jika mereka melakukan itu karena ketidaktahuan, perlu dilakukan pembinaan. Tapi jika atas dasar kesengajaan, maka menjadi ranah hukum karena termasuk penodaan agama,” ujar Miftahul seperti dikutip dari Republika

Miftahul menuturkan bahwa pada Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se Indonesia VII kemarin telah disepakati bahwa perbuatan menghina, menghujat, melecehkan dan bentuk-bentuk perbuatan lain yang merendahkan Alquran adalah termasuk kategori perbuatan penodaan, serta penistaan terhadap agama Islam. 

Baca: DPR Raih Predikat Badan Publik Informatif, Puan: Bukti Keterbukaan Parlemen

Dia mengatakan bahwa menghina, menghujat, melecehkan dan bentuk-bentuk perbuatan lain yang merendahkan agama, keyakinan dan simbol-simbol dan atau syiar agama yang disakralkan oleh agama hukumnya Haram.

Lebih lanjut, Miftahul mengatakan terkait dengan tindakan penodaan Agama, MUI merekomendasikan tiga hal sebagai berikut. 

Pertama, untuk menciptakan kerukunan umat beragama maka harus dilakukan komunikasi, dialog dan upaya-upaya yang dapat mewujudkan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia.

Kedua, Miftahul menegaskan harus ada peraturan perundangan-undangan yang kuat dan tegas untuk menciptakan kerukunan umat beragama dan memberi sanksi tegas bagi pelaku yang melakukan penodaan atau penistaan agama. Hal itu karena tindakan ini dapat menimbulkan konflik antar dan intern umat beragama.

“Ketiga negara harus bertindak tegas dan adil atas segala bentuk tindak pelanggaran yang mengganggu keharmonisan dan kerukunan beragama sampai pada akar masalah atau yang menjadi penyebab konflik,” jelas Miftahul.

Miftahul mengatakan bahwa tindakan tegas pemerintah tersebut didasarkan pada Undang-undang (UU) No. 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan Agama. (bpc2)

Berita Terkini

Sabtu, 27 November 2021 05:32

Menang Lawan Myanmar, Tae-Yong: Kepercayaan Diri Pemain Naik

Meski menilai masih banyak kekurangan pasca menang 4-1 melawan Myanmar pada Kamis malam, pelatih Shin Tae-yong menilai kepercayaan diri pemain timnas mulai meningkat.

Sabtu, 27 November 2021 05:00

Catatan Sejarah 27 November: Hari Lahir Abraham Samad, Ketua KPK ke-4

Selama menjabat sebagai Ketua KPK RI ke-4 2011-2015, Abraham Samad mengklaim telah memyelamatkan uang negara dengan nilai triliunan rupiah.

Jumat, 26 November 2021 20:04

Syamsuar: Jamkrida Kerjanya Jangan Monoton

BUMD dorong untuk meniingkatkan dividen

Jumat, 26 November 2021 19:18

APBD Lelet Pembangunan Seret

OPINI

Jumat, 26 November 2021 16:10

Sederet Pebisnis ‘Raksasa’ Incar Ibu Kota Negara Baru

Para pengembang menyatakan kepastian untuk melakukan investasi di Tanah Borneo.

Jumat, 26 November 2021 15:30

Erick Thohir Sebut BUMN Buka Peluang Kerjasama dengan Riau

Peluang kerjasama selalu terbuka untuk daerah.

Jumat, 26 November 2021 15:25

Temui Anggota DPR RI dan Kepala Balai Pengelola Transportasi, Wabup Meranti Minta Akses Transportasi Terkoneksi ke Provinsi

Dari 12 Kabupaten Kota di Riau, hanya Meranti yang belum selesai akses transportasi darat untuk menuju ke ibu kota Provinsi (Pekanbaru)

Jumat, 26 November 2021 15:09

Menang Besar Lawan Myanmar, Pemain Timnas Jangan Jumawa

Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan atau Iwan Bule meminta pemain timnas jangan merasa puas ataupun jumawa dengan kemenangan 4-1 atas Myanmar, Kamis malam tadi.

Jumat, 26 November 2021 15:01

Ketua PAEI Riau Minta Pemerintah Tegas Jalankan Aturan Terkait Larangan Mudik Saat Nataru 2022

Riau harus berkaca dari pengalaman di tahun lalu