Tim Pengabdian UMRI Diseminasikan Teknologi Pengering Ubi Kayu Untuk Pakan Ternak: Biasanya Butuh Waktu 3-7 Hari Kini Hanya 1 Jam

Kamis, 30 Desember 2021 09:17
Tim Pengabdian UMRI Diseminasikan Teknologi Pengering Ubi Kayu Untuk Pakan Ternak: Biasanya Butuh Waktu 3-7 Hari Kini Hanya 1 Jam

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Riau tahun 2021 diseminasikan teknologi alat pengering ubi kayu berbahan bakar biomassa kepada petani ubi kayu di Sungaisibam, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (30/12/2021).

Kegiatan diseminasi ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan UMRI melalui Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah. Sebelumnya juga telah diadakan Workshop Digital Marketing pada Sabtu (11/09/2021) guna memberikan pelatihan bagi kelompok Tani untuk meningkatkan penjualan di masa pandemi covid-19 saat ini.

Ketua Tim PKM UMRI, Raja Widya Novchi,S.I.Kom.,M.Soc.Sc menjelaskan produk teknologi dehidrator ubi kayu merupakan hasil observasi pada saat ia dulu menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN). Berawal dari permasalahan yang ada di lapangan terkait dengan banyaknya bahan baku ubi kayu tapi terkendala dengan pemasaran dan pengolahan akhirnya memunculkan sebuah ide untuk membuat sebuah teknologi yang diperuntukkan bagi petani ubi kayu. Tujuannya adalah memberikan kemudahan bagi para petani ubi kayu dalam mengeringkan hasil produk pertaniannya berupa gaplek atau pakan ternak serta membantu para petani untuk lebih kreatif lagi memasarkan produknya di era serba digital saat ini.

“Selama ini, petani ubi kayu harus mengeringkan pinang mengandalkan terik cahaya matahari. Pengeringan melalui terik cahaya matahari membutuhkan waktu tiga-tujuh hari. Itupun jika tidak hujan. Bila hujan, maka proses pengeringannya akan semakin lama. Kondisi ini tentu akan membuat lambatnya proses kerja petani ubi kayu. Oleh karena itu, kita memberikan solusi melalui produk inovatif kepada petani untuk mengeringkan pinang dalam jangka waktu 1 jam dengan suhu yang bisa diatur,” jelas Raja.

Baca: Destinasi Wisata Pekanbaru, 2 Bukit Unik yang Cocok untuk Koleksi Foto Instagram Kamu

Muhammad Irfan Silaban selaku Ketua Kelompok Tani Beringin Kayu mengungkapkan, “Kami dulu pernah meminta bantuan kepada beliau (Ibu Raja Widya Novchi) untuk membantu menyelesaikan permasalahan kami. Sebelum adanya teknologi ini, kelompok tani kami masih mengandalkan cahaya matahari untuk proses pengeringan ubi yang sudah dicincang. Tentunya ini akan memerlukan waktu yang cukup lama, apabila cuaca kurang mendukung dalam proses pengeringan dan jika dalam kurung waktu seminggu tidak kering maksimal maka akan muncul jamur dan pastinya mengakibatkan kerugian yang besar bagi para petani yang ada. Setelah hadirnya alat dehidrator ini kini kami hanya perlu waktu 1 jam saja untuk mengeringkan ubi kayu tanpa bergantung pada cuaca,” ungkapnya

Dalam kegiatan diseminasi ini juga dilakukan workshop penggunaan alat dehidrator yang dibimbing oleh Sunaryo guna memberikan pemahaman dan pendampingan tentang operasional penggunaan alat kepada petani ubi kayu kelompok beringin makmur.

Lebih lanjut, teknologi dehidrator berbahan bakar biomassa yang diseminasikan kepada petani ubi kayu di Sungaisibam dapat mengeringkan ubi kayu dengan kapasitas maksimal 1 ton. Waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan pinang hanya 1 jam saja. Ini artinya, teknologi dehidrator mampu membantu mengeringkan ubi kayu dalam jangka waktu lebih cepat ungkap Sunaryo selaku pemateri yang didampingi Anggota Tim Pengabdian Khusnul Hanafi dan Rayusman Abdullah.

“Alat ini sangat membantu proses kerja petani dalam mengeringkan pinang yang sudah dipanen. Jika proses pengeringan lebih cepat maka petani akan lebih cepat menjual pinangnya ke pasaran,” Raja berharap, dengan dilakukannya diseminasi alat teknologi dehidrator ubi kayu berbahan bakar biomassa ini kepada petani dapat mempercepat proses pengolahan produk hasil pertanian mereka. Sehingga para petani bisa menjual produk pertaniannya dalam jangka waktu lebih cepat ke pasaran dan tentunya tidak lagi mengandalkan cahaya matahari.

“Dengan demikian, akan berdampak terhadap perolehan pendapatan petani dan kesejahteraan hidup mereka,” tutup Raja. (rls)

Berita Terkini

Sabtu, 29 Januari 2022 09:28

Pesona Air Terjun Sarasah Murai Dalam Hutan Lembah Harau Sumbar

Sumatera Barat memang dikenal dengan potensi wisata alam. Termasuk Lembah Harau di Payakumbuh yang ada lokasi wisata Air Terjun Sarasah Murai

Sabtu, 29 Januari 2022 08:36

Viral Video Anak-anak Bahagia Main Lempar Bola Salju di Kompleks Mesjid Al Aqsa Kota Gaza

Beberapa waktu lalu viral video anak-anak bermain di Kompleks Mesjid Al Agsa di Gaza

Sabtu, 29 Januari 2022 07:18

Khawatir Muncul Stigma Buruk, PBNU Minta Kepala BNPT Buka Identitas Pesantren Terafiliasi Kelompok Teroris Hingga Simpatisan ISIS

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak BNPT membuka identitas 198 pondok pesantren yang diduga terafiliasi kelompok teroris

Sabtu, 29 Januari 2022 06:10

Arini Subianto Janda Terkaya di Indonesia, Ini Sumber Kekayaannya

Arini Saraswati Subianto merupakan satu di antara perempuan terkaya di Indonesia. Harta kekayaan mencapai triliunan Rupiah

Sabtu, 29 Januari 2022 04:09

A Sampai Z Dayana Kazakhstan, Selebgram Dadakan Hingga Diserang Haters dan Akun IG Mendadak Lenyap Saat Kerusuhan Berdarah

Dayana Kazakhstan tersandung masalah. Gadis cantik Kazakhstan itu diserang haters hingga berbuntut gerakan unfollow

Sabtu, 29 Januari 2022 03:32

Andika Kangen Band Kompak Bersama Anaknya, Netizen: Dia Mungkin Gagal Jadi Suami, Tetapi Tidak Gagal Sebagai Ayah

Andika Mahesa mengunggah momen kebersamaan dirinya dengan anak perempuannya, Kirana

Sabtu, 29 Januari 2022 02:07

Wacana Efisiensi Tenaga Honorer, BKD Sebuat Tergantung OPD Masing-masing

Tenaga honorer di pemerintahaan dihapuskan. Ini masih sebatas rencana. Realisasinya di tahun 2023.

Sabtu, 29 Januari 2022 01:02

Punya Budget Rp3 Jutaan, Ini Daftar HP Samsung yang Dilengkapi Fitur NFC

HP Samsung dilengkapi fitur NFC muncul di berbagai segmen. Mulai entry level hingga flagship.

Sabtu, 29 Januari 2022 00:03

HIPMI Minta Pemerintah Kendalikan Impor Baja di Tengah Industri Domestik Perbaiki Kinerja

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) minta pemerintah kendalikan laju impor baja, serta mempertegas kebijakan terkait itu.

Jumat, 28 Januari 2022 23:31

Seorang Lansia di Jepang Tembak 2 Orang Petugas Medis yang Disandera, Begini Kronologinya

Dua dari tiga orang sandera yang merupakan petugas medis tewas. Ketiganya menjadi sandera oleh seorang pria lanjut usia (lansia) di Kota Fujimino