Syamsuar Sebut Pemecah Gelombang Mampu Tangani Abrasi di Meranti

Senin, 11 Oktober 2021 11:08
Syamsuar Sebut Pemecah Gelombang Mampu Tangani Abrasi di Meranti
Gubernur Riau Syamsuar (Foto: Diskominfotik Riau)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Gubernur Riau Syamsuar mengatakan bahwa alat pemecah gelombang atau ombak diyakini menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah abrasi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Hal ini diungkapkan Syamsuar saat dirinya melakukan kunjungan kerja di Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti pada akhir pekan kemarin.

“Saya berharap pemecah ombak ini bisa menjawab keresahan warga soal abrasi di daerah ini,” katanya.

Syamsuar mengungkapkan bahwa pemecah gelombang atai ombak di wilayah ini sudah dibangun sejak 2019 lalu. Dia memastikan pada tahun ini akan ada penambahan pembangunan pemecah gelombang oleh Kementerian PUPR.

Baca: Prediksi Harga TBS Kelapa Sawit di Riau untuk Periode 2-9 Juni 2021

Dia juga menuturkan cara kerja alat ini, di mana nantinya dengan sendirinya akan muncul tanah dan akan ditanami tumbuhan bakau di kawasan tersebut.

alat pemecah ombak

Alat pemecah ombak (Foto: Net)

Apa Itu Alat Pemecah Gelombang (Ombak)

Alat Pemecah Gelombang atau Ombak (APO) adalah struktur yang dibangun di pantai sebagai bagian dari pertahanan pantai atau untuk melindungi kawasan pantai dari pengaruh cuaca, ombak, ataupun sedimentasi (umumnya pasir tetapi juga dapat terdiri dari sedimen kasar seperti kerikil dan lain-lain).

dimaksudkan untuk mengurangi intensitas gelombang (ombak) di perairan dekat pantai sehingga dengan demikian dapat mengurangi erosi dan abrasi pantai. Pemecah ombak dapat berupa sesuatu yang tetap maupun mengambang. Umumnya pemecah ombak ini dibuat dan ditempatkan sekitar 1-300 meter dari lepas pantai di air yang relatif dangkal dengan salah satu ujungnya terkait dengan pantai.

Tanah Abrasi

Tanah abrasi akibat air laut (Foto: Siaga Bencana)

Apa Itu Abrasi

Abrasi adalah suatu proses pengikisan pantai yang diakibatkan oleh tenaga gelombang laut dan arus laut atau pasang surut arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. 

Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipacu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, tetapi manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi. 

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya abrasi adalah dengan penanaman hutan mangrove. Hutan mangrove sangat bermanfaat agar tidak terjadi pengikisan pantai. Pengikisan pantai dapat berakibat daratan sekitarnya tergenang air.

Suatu daratan atau pantai mengalami abrasi apabila angkutan sedimen pada suatu titik melebihi atau lebih besar dari jumlah sedimen yang terbawa oleh air ke luar titik tersebut. Istilah abrasi memiliki makna yang hampir sama dengan erosi pantai. Padahal realitanya abrasi dan erosi pantai merupakan dua fenomena alam yang berbeda.

“Tanaman bakau tidak hanya sebagai pemecah gelombang, tapi juga berfungsi menjadi rumah bagi ikan. Jadi tolong nantinya setelah ditanam mangrove dijaga,” kata Syamsuar. (bpc2)