• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pasar Dunia Cemas, Indonesia Terlalu Banyak Ekspor Paha Kodok Beku

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
7 Maret 2023
Ekspor paha kodok beku

Ekspor paha kodok beku.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Rasa cemas yang menyelimuti pasar dunia terhadap ekspor paha kodok beku dari Indonesia, dianggap masih dalam tahap kewajaran. 

Hamparan jutaan hektar sawah di Indonesia memang sejak lama menjadi surga bagi kodok sawah untuk berkembang biak. Bahkan, Indonesia menjadi negara terbesar dalam ekspor komoditi ini untuk memenuhi permintaan pasar dunia

“…dan angka yang besar ini membuat Indonesia mendapatkan kritik dari pemerhati satwa liar,” kata Dr Mirza Dikari Kusrini, seorang Pakar Ekologi Satwa Liar Herpetofauna dari IPB University, yang telah mendalami satwa amfibi dan reptil selama beberapa dekade. 

“Jumlah yang banyak ini selalu menjadi pertanyaan dari pihak luar karena dikhawatirkan akan mempengaruhi populasi katak sawah. Bahkan ada keinginan dari beberapa pihak di luar negeri agar katak sawah yang diekspor masuk ke dalam appendix 2 CITES yang berarti akan ada pembatasan ekspor,” ujarnya.

Dr Mirza telah melakukan penelitian mengenai dampak perdagangan kaki kodok beku di tahun 2001-2005. Hasil penelitiannya yang sudah berusia 15 tahun ini menunjukkan bahwa angka ekspor hingga puluhan juta ekor ini masih dinilai aman, karena jenis yang dipanen adalah katak sawah.

“Data hasil dari penelitian katak sawah ini, yang dulu dianggap tidak diperlukan, kini sangat berguna sebagai argumen bahwa pemanenan katak sawah di Indonesia masih aman. Saat itu saya melakukan pemodelan untuk melihat populasi katak sawah dengan menggunakan data jumlah telur, kemampuan bertahan hidup, dan bagaimana pemanenan dilakukan,” ungkapnya

Namun, yang jadi masalah adalah, spesies yang biasanya dipanen seringkali diabaikan. Bila keberadaannya hilang tanpa disadari, maka akan berdampak terhadap ketidakstabilan ekosistem. Selain itu, jenis-jenis yang dianggap biasa ada di sekitar ladang bisa “hilang” tanpa sadar.

Sebagai contoh, perubahan yang terjadi di kampus membuat keberadaan kodok buduk semakin sulit ditemui. Keberadaan herpetofauna atau satwa liar jenis amfibi dan reptil sangat penting bagi keseimbangan ekosistem. 

Herpetofauna berperan dalam menjaga keseimbangan rantai makanan di lingkungan sekitar, tidak hanya di alam liar. Namun demikian, keberadaannya sering dinilai sebelah mata oleh masyarakat.

“Saya juga mendorong gerakan citizen science untuk mengajak masyarakat umum melaporkan keberadaan amfibi dan reptil melalui aplikasi i-Naturalist di bawah proyek Go-ARK (Gerakan Observasi Amfibi Reptil Kita),” ujarnya.

Caranya terbilang sederhana dan mudah dipahami. Penggunaannya mirip media sosial dengan tambahan data lokasi GPS. Data ini dapat dipakai untuk menunjukkan keberadaan dan status spesies herpetofauna di alam. Proyek ini bahkan berhasil menemukan jenis baru katak pohon di Cagar Alam Leuweung Sancang.***

Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Honda Spacy 125, Skutik Dimensi Kompak dengan Konsumsi BBM Diklaim Irit
Otomotif

Honda Spacy 125, Skutik Dimensi Kompak dengan Konsumsi BBM Diklaim Irit Harganya Rp18 Jutaan

...

Read moreDetails
Bentley Torcal First Edition, SUV Listrik Tampil dengan Kabin Mewah dan Performa Tinggi

Bentley Torcal First Edition, SUV Listrik Tampil dengan Kabin Mewah dan Performa Tinggi

Selat Hormuz Memanas, IHSG Terpaksa Parkir di Zona Merah. 23 Perusahaan Tunda IPO Saham 2026, Pasar Dinilai Belum Kondusif

23 Perusahaan Tunda IPO Saham 2026, Pasar Dinilai Belum Kondusif

4 Motor Bebek untuk Touring, Mana Paling Hemat BBM?

4 Motor Bebek untuk Touring, Mana Paling Hemat BBM?

Ekuador Terpilih Jadi Tuan Rumah COP18 CBD 2028

Ekuador Terpilih Jadi Tuan Rumah COP18 CBD 2028

Karhutla di Sekitar Tol Palindra, HKA Siapkan Personel untuk Patroli Hingga Medis. PT GAP dan PT MAP Dijerat Kasus Karhutla, Satu Bermodal dari Singapura

PT GAP dan PT MAP Dijerat Kasus Karhutla, Satu Bermodal dari Singapura

Next Post
Data kunjungan wisman di riau

Data Jumlah Kunjungan Wisman di Riau Awal Tahun, Pintu Masuk Didominasi Pelabuhan Dumai dan Bandara SSK II Pekanbaru

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.