• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Mati Karena Diracun, Ruang Gerak Gajah di Riau Perlu Dipetakan

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
24 Agustus 2022
ruang gerak gajah

Kasus gajah betina mati di Bengkalis/FOTO: Istimewa.

113
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Kepala BBKSDA Riau Genman S. Hasibuan menekankan penting untuk dilakukan pendataan kondisi pada area ruang gerak gajah. Langkah ini dianggap penting untuk mengetahui segala persoalan yang terjadi di dalamnya.

Dia mengungkapkan, kasus kematian gajah di Bengkalis—menurut hasil nekropsi yang dilakukan tim medis BBKSDA Riau—akibat diracun dengan media buah nanas. “Perlu dibangun pola komunikasi yang terintegrasi antara stakeholder. Selain itu juga perlu pendataan kondisi pada areal ruang gerak gajah atau kantong,” katanya, Rabu, 24 Agustus 2022.

Selain itu, perlu internalisasi terhadap langkah langkah yang akan dilakukan terutama dalam hal mitigasi konflik. Sebagaimana diketahui, seekor gajah ditemukan tewas di dalam kawasan konsesi akasia PT Arara Abadi. Gajah hamil itu mati, dengan kondisi memprihatinkan. Mulutnya mengeluarkan darah.

“Kawan-kawan pasti masih ingat kejadian memilukan matinya satwa gajah (Elephas maximus sumatranus) betina pada 25 Mei 2022 di Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis,” kata Genman. 

Dikatakan dia, dari lokasi seluruh tim melakukan diskusi di distrik Duri II PT Arara Abadi. Lalu, saat itu disepakati bahwa satwa gajah adalah merupakan aset negara. 

“Sehingga menjadi kewajiban semua warga negara dan semua pihak untuk bersama melindungi gajah. Saat ini kasus gajah mati itu dalam penanganan penegak hukum yaitu pihak Kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya.***

Tags: Bksdabuah nanasgajah diracungajah matiruang gerak gajah
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

BBKSDA Riau Minta Warga Ikut Pantau Jejak Baru Harimau Sumatra di Inhil
Lingkungan

BBKSDA Riau Minta Warga Ikut Pantau Jejak Baru Harimau Sumatra di Inhil

...

Read moreDetails
Nanas

Riau Termasuk 4 Daerah Penghasil Nanas Terbesar di Indonesia

HARIMAU SUMATRA

BKSDA tak Temukan Informasi Apapun soal Video Penampakan Harimau Sumatra di Pelalawan

Selain Sawit, Nanas Bisa Jadi Komoditi Unggul di Sektor Perkebunan

Komoditi Nanas di Riau Perlu Support Pasar yang Stabil

Komoditi Nanas di Riau Perlu Dukungan Pasar yang Stabil

beruang madu

Setelah Mangsa Ayam Warga, Seekor Beruang Madu Dievakuasi Lalu Dilepasliarkan

Next Post
Diskusi Masyarakat Hukum Adat

Bahtera Alam Taja Diskusi Perlindungan dan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.