BERTUAHPOS.COM — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengerahkan drone thermal dan kandang jebak untuk mengevakuasi harimau Sumatra yang terpantau di Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir. Keberadaan satwa dilindungi itu terekam kamera jebak pada Rabu, 29 Juli lalu.
Humas BBKSDA Riau, Reni, menjelaskan tim yang dipimpin Bambang Santoso terus mengintensifkan upaya mitigasi konflik satwa dan manusia. Personel tambahan telah didatangkan untuk memperkuat operasi di lapangan.
“Tim terus melakukan beberapa upaya mitigasi dan sosialisasi kepada masyarakat, serta pemantauan terhadap pergerakan harimau. Kemarin tim telah menyiapkan kandang jebak juga pemantauan menggunakan drone thermal,” ujar Reni, Minggu, 2 Agustus.
Drone thermal difokuskan untuk mendeteksi pergerakan harimau pada malam hari atau saat berada di area vegetasi rapat. Teknologi ini melengkapi pemantauan berkala yang dilakukan tim untuk menentukan langkah evakuasi paling aman.
Pihak BBKSDA Riau mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mencoba mendekati atau menangkap harimau secara mandiri. Warga diminta segera melapor jika menemukan jejak atau melihat langsung keberadaan satwa tersebut.
“Kami minta warga segera melaporkan kepada petugas apabila melihat keberadaan harimau atau menemukan jejak baru. Proses evakuasi harus dilakukan dengan aman tanpa membahayakan manusia maupun satwa yang dilindungi,” kata Reni.
Kepala Desa Danai, Halim, membenarkan bahwa proses penanganan harimau Sumatra masih berlangsung. Upaya tersebut melibatkan kolaborasi berbagai pihak termasuk masyarakat dan kepolisian setempat.
“Warga bersama aparat kepolisian juga ikut membantu tim BBKSDA dalam upaya evakuasi harimau tersebut. Kami berharap satwa ini bisa segera dievakuasi dengan selamat tanpa menimbulkan korban,” kata Halim.









