BERTUAHPOS – Hari Jum’at dikenal sebagai hari yang istimewa bagi umat Islam. Dalam Islam, Jum’at disebut sebagai sayyidul ayyam atau rajanya hari. Banyak amal ibadah yang dianjurkan pada hari ini, salah satunya adalah bersedekah. Ustaz Adi Hidayat (UAH) dalam berbagai ceramahnya kerap menekankan bahwa sedekah di hari Jum’at memiliki keutamaan yang lebih dibandingkan hari-hari lainnya.
Menurut UAH, salah satu alasan sedekah di hari Jum’at begitu dianjurkan adalah karena hari ini merupakan momen berkumpulnya umat Islam dalam ibadah shalat Jum’at. Sedekah yang dikeluarkan di hari itu tidak hanya berdampak pada penerima, tetapi juga membawa keberkahan bagi pelakunya. “Hari Jum’at adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal. Salah satunya dengan sedekah yang pahalanya bisa dilipatgandakan,” ujar UAH dalam sebuah tausiyahnya.
Beliau menambahkan, sedekah pada hari Jum’at dapat menjadi sebab datangnya ketenangan hati. Saat seseorang memberikan sebagian hartanya di hari yang mulia ini, maka Allah SWT akan memberikan balasan berupa kelapangan rezeki. “Sedekah di hari Jum’at bukan sekadar memberi, tapi juga membuka pintu keberkahan hidup,” ungkapnya.
Selain itu, UAH menyebut bahwa bersedekah di hari Jum’at dapat menjadi penghapus dosa. Sebagaimana amal-amal shalih yang dilakukan pada waktu-waktu istimewa, Allah SWT menjanjikan ampunan bagi hamba-hamba-Nya.
Ustaz yang akrab disapa dengan sebutan UAH itu juga menekankan bahwa sedekah di hari Jum’at akan melatih kepedulian sosial umat Islam. Ketika banyak orang memilih hari Jum’at sebagai momentum berbagi, maka akan semakin banyak kaum dhuafa yang terbantu.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa amalan sedekah pada hari Jum’at bisa menjadi penolong kelak di akhirat. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa amal kebaikan akan menjadi cahaya di hari kiamat, termasuk sedekah yang dilakukan di hari-hari utama. “Hari Jum’at itu istimewa. Sedekah di hari itu insya Allah akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT kelak,” tuturnya.
UAH juga mengingatkan bahwa bersedekah tidak selalu harus dalam bentuk uang atau harta benda. Senyuman, tenaga, bahkan sekadar membantu meringankan beban orang lain pun bisa bernilai sedekah. “Yang penting adalah keikhlasan. Allah melihat hati, bukan jumlah nominal,” ujarnya.
Dengan demikian, bersedekah di hari Jum’at bukan hanya mendatangkan manfaat duniawi berupa kelapangan rezeki, tetapi juga memberi jaminan pahala ukhrawi. “Mari biasakan berbagi setiap Jum’at, sekecil apapun. Karena yang kecil jika dilakukan terus-menerus akan menjadi besar di sisi Allah,” kata UAH.
Pesan Ustaz Adi Hidayat ini menjadi pengingat penting bagi umat Islam agar tidak menyia-nyiakan hari Jum’at sebagai momen memperbanyak amal. Dengan sedekah, umat Islam dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, menolong sesama, dan meraih keberkahan hidup yang lebih luas.***








