• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Malaysia Paling Diuntungkan dengan Kebijakan Larangan Ekspor CPO

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
30 April 2022
Harga CPO Dunia Terdampak Krisis Energi & Pangan Perang Rusia-Ukraina, Berimbas ke Sawit di Riau, ekspor minyak goreng, larangan ekspor cpo

Harga CPO Dunia Terdampak Krisis Energi & Pangan Perang Rusia-Ukraina, Berimbas ke Sawit di Riau/FOTO: ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kebijakan pemerintah Indonesia melarang ekspor CPO dan turunannya sangat menguntungkan Malaysia.

Larangan itu membuat 290.000 ton minyak nabati yang seharusnya dikirim ke pelabuhan dan pabrik minyak di India jadi terhambat, kata empat pejabat industri terkait kepada Reuters.

Adapun yang dilarang ekspor pemerintah, yakni produk minyak sawit, termasuk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), minyak sawit merah atau red palm oil (RPO), palm oil mill effluent (POME), serta refined, bleached, deodorized (RBD) palm olein, dan minyak jelantah (used cooking oil).

Kalangan pejabat India mengungkapkan larangan itu akan menyebabkan kelangkaan minyak nabati di negara tersebut. Indonesia memproduksi sekitar 60 persen minyak sawit dunia, dengan sepertiganya dikonsumsi oleh pasar domestik. Selebihnya disalurkan ke India, China, Uni Eropa dan Pakistan termasuk di antara pelanggan utama minyak sawit Indonesia.

Selain Indonesia, eksportir minyak sawit terbesar kedua, Malaysia, tengah berjuang untuk memenuhi jumlah permintaan yang lebih tinggi. Untuk pengiriman cepat, Malaysia meminta harga mendekati rekor tertinggi. 

Saat ini, para pembeli minyak sawit bergegas memesan dan membeli minyak dari Malaysia, tapi Malaysia belum bisa memenuhi permintaan, kata Sandeep Bajoria, CEO Sunvin Group, sebuah perusahaan pialang dan konsultan minyak nabati.

Malaysia wajib memenuhi komitmen lama mereka dan tidak dapat menyediakan minyak sawit untuk pengiriman cepat, katanya. Pengiriman minyak sawit menyumbang hampir 60 persen dari seluruh pengiriman minyak nabati dunia. Minyak sawit bisa digunakan dalam segala hal, seperti memasak, produksi kosmetik, sampai pembuatan produk-produk pembersih.

Indonesia, sebagai produsen utama, menyumbang sekitar sepertiga dari semua ekspor minyak nabati. Dua pertiga kebutuhan minyak nabati India dipenuhi dari impor. New Delhi mengandalkan minyak sawit setelah pasokan minyak bunga matahari dari eksportir utama, Ukraina, dihentikan karena invasi Rusia. Minyak kelapa sawit sempat diperdagangkan dengan diskon yang besar dibandingkan dengan minyak kedelai dan minyak bunga matahari pada awal bulan ini.

Hal itu mendorong India meningkatkan pembelian minyak sawit untuk kebutuhan pada Mei, kata seseorang dari salah satu perusahaan perdagangan global yang berbasis di Mumbai. 

“Jumlah itu sekarang tertahan karena keputusan yang mengejutkan dari Indonesia,” katanya. 

Sementara itu, negara-negara kawasan Laut Hitam menyumbang 60 persen produksi minyak bunga matahari dunia dan 76 persen ekspor minyak bunga matahari, sedangkan Indonesia dan Malaysia menyumbang sebagian besar pengiriman minyak sawit global. Argentina, Brasil, dan Amerika Serikat (AS) adalah pemasok utama minyak kedelai. 

“Akan ada kekurangan di pasar. Tidak ada cara untuk meningkatkan pasokan,” kata Govindbhai Patel, direktur pelaksana perusahaan perdagangan GG Patel & Nikhil Research Company. 

“Bulan depan, India memasuki musim pesta pernikahan dan festival yang berarti persediaan terbatas di tengah permintaan yang kuat, bisa mendongkrak harga minyak,” katanya.***

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia
Travelling

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

...

Read moreDetails
5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Jumlah Investor Pasar Modal Riau Justru Melonjak di saat IHSG Anjlok, Apa yang Terjadi?

Jumlah Investor Pasar Modal Riau Justru Melonjak di saat IHSG Anjlok, Apa yang Terjadi?

Next Post

Masyarakat Harus Pakai STB TV Digital Bersertifikasi, Jika tak Berisiko Tak Berfungsi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.