LBH Ansor Riau Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

LBH Ansor Riau soal kasus Menag Yaqut

LBH Ansor Riau soal kasus Menag Yaqut (foto/istimewa)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU- Ansor Riau memilih menahan diri mengenai adanya pihak-pihak melaporkan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas. Hal itu akibat pernyataan Menag Yaqut yang dianggap kontroversial membandingkan suara azan dengan suara lainnya.

Pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Riau juga menghimbau warga tidak terprovokasi oleh narasi-narasi yang ‘menyesatkan’. “Saya mengimbau untuk masyarakat khususnya di Riau dan seluruh masyarakat Indonesia supaya menahan diri menyikapi permasalahan yang berkembang akhir-akhir ini,” ujar Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Riau, Andi Susilawan.

“Kita berharap apa yang terjadi bisa disikapi secara bijaksana supaya tidak terjadi disharmonisasi, juga tidak berimplikasi terjadinya konflik horizontal di masyarakat,” sebut Andi belum lama ini.

Andi menyebut kondisi keamanan, ketertiban dan kedamaian di Riau menjadi tugas bersama menjaganya. Maka itu dirinya meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi berita-berita yang menyudutkan hingga fitnah.

Kalau ada pihak yang masih berniat mencemarkan nama baik khususnya Menag Yaqut, pihaknya tak segan akan tempuh jalur hukum. “Jika ada pihak-pihak yang secara sengaja menyebarkan berita berita
berita-berita provokasi, fitnah dan ujaran kebencian maka kami dari LBH Ansor tidak segan-segan akan melakukan langkah-langkah hukum. Kami juga telah berkoordinasi dengan LBH Pusat dan seluruh Tim Advokat PW Ansor Riau untuk memastikan akan melanjutkan ke ranah hukum setiap upaya provokasi dari pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana,” sebut Andi.

Pada tempat terpisah, Ketua PW GP Ansor Riau, Purwaji meminta seluruh kader Ansor/Banser menahan dan tidak terprovokasi pihak-pihak yang ingin merusak harmonisasi di Tanah Melayu Riau ini. Purwaji menyebut jangan sampai kedamaian yang telah terbangun di Riau sampai dirusak begitu saja oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. (Rilis)

Exit mobile version