Faktanya, China Negara Paling Tak Ramah pada Binatang

Selasa, 04 Januari 2022 18:00
Faktanya, China Negara Paling Tak Ramah pada Binatang
Ilustrasi hewan piaraan.

BERTUAHPOS.COM — Sebuah studi yang dilakukan oleh seorang peneliti dari Amerika Serikat (AS) Matthew H Nash mengamati praktik perlindungan hewan di 67 negara. Studi ini menguji data dari berbagai kelompok hak asasi binatang dari seluruh dunia dan mengevaluasi setiap negara berdasarkan beberapa kriteria.

Menurut indeks tersebut, Luxembourg, dengan keseluruhan skor 519,68 memuncaki daftar ini, diikuti Inggris (506,36) Austria (501,73), Ceko (498,66) Belgia (488,86) di lima besar. China dengan skor 12,46 menempati dasar daftar ini. Di atas China ada Vietnam (45,24) Iran (71,40) Azerbaijan (73,07) dan Belarus (105,65). India menempati ranking 37 di belakang Indonesia, Japan, dan Kanada. Di bawahnya lagi ada Amerika Serikat, Australia, Afrika Selatan, Thailand, dan Malaysia.

“Sementara itu tidak ada negara yang menerima angka sempurna, negara-negara Eropa barat dan tengah bersama Inggris, kebanyakan telah memiliki hukum yang progresif dan lingkungan yang baik untuk kesejahteraan binatang,” kata Nash seperti dikutip Indiatimes.com.

Menurut Nash, negara-negara seperti China telah gagal memberikan berbagai perlindungan bagi binatang, tidak hanya binatang peliharaan, tetapi juga binatang yang digunakan untuk pertanian dan margasatwa. “Sepuluh terbawah kinerjanya kurang baik dalam peringkat karena kurangnya perlindungan untuk kesejahteraan binatang,” katanya.

Baca: Tae-yong Rencanakan TC Timnas September Mendatang

Hak asasi binatang dan hukum untuk melindungi dari penyalahgunaannya, merupakan hal yang sering diabaikan di seluruh dunia. Hukum yang keras diperlukan untuk meyakinkan bahwa para binatang, yang menjadi teman terbaik kita dan sumber nafkah jutaan penduduk dunia, juga memiliki hak untuk diperhatikan.

Berkenaan dengan ini, beberapa negara kinerjanya lebih baik dibanding yang lainnya agar membuat dunia ini tempat yang baik tidak hanya untuk manusia, tetapi juga hewan. Inilah dasar mengapa studi ini dilakukan. (bpc2)

Berita Terkini

Sabtu, 29 Januari 2022 07:18

Khawatir Muncul Stigma Buruk, PBNU Minta Kepala BNPT Buka Identitas Pesantren Terafiliasi Kelompok Teroris Hingga Simpatisan ISIS

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak BNPT membuka identitas 198 pondok pesantren yang diduga terafiliasi kelompok teroris

Sabtu, 29 Januari 2022 06:10

Arini Subianto Janda Terkaya di Indonesia, Ini Sumber Kekayaannya

Arini Saraswati Subianto merupakan satu di antara perempuan terkaya di Indonesia. Harta kekayaan mencapai triliunan Rupiah

Sabtu, 29 Januari 2022 04:09

A Sampai Z Dayana Kazakhstan, Selebgram Dadakan Hingga Diserang Haters dan Akun IG Mendadak Lenyap Saat Kerusuhan Berdarah

Dayana Kazakhstan tersandung masalah. Gadis cantik Kazakhstan itu diserang haters hingga berbuntut gerakan unfollow

Sabtu, 29 Januari 2022 03:32

Andika Kangen Band Kompak Bersama Anaknya, Netizen: Dia Mungkin Gagal Jadi Suami, Tetapi Tidak Gagal Sebagai Ayah

Andika Mahesa mengunggah momen kebersamaan dirinya dengan anak perempuannya, Kirana

Sabtu, 29 Januari 2022 02:07

Wacana Efisiensi Tenaga Honorer, BKD Sebuat Tergantung OPD Masing-masing

Tenaga honorer di pemerintahaan dihapuskan. Ini masih sebatas rencana. Realisasinya di tahun 2023.

Sabtu, 29 Januari 2022 01:02

Punya Budget Rp3 Jutaan, Ini Daftar HP Samsung yang Dilengkapi Fitur NFC

HP Samsung dilengkapi fitur NFC muncul di berbagai segmen. Mulai entry level hingga flagship.

Sabtu, 29 Januari 2022 00:03

HIPMI Minta Pemerintah Kendalikan Impor Baja di Tengah Industri Domestik Perbaiki Kinerja

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) minta pemerintah kendalikan laju impor baja, serta mempertegas kebijakan terkait itu.

Jumat, 28 Januari 2022 23:31

Seorang Lansia di Jepang Tembak 2 Orang Petugas Medis yang Disandera, Begini Kronologinya

Dua dari tiga orang sandera yang merupakan petugas medis tewas. Ketiganya menjadi sandera oleh seorang pria lanjut usia (lansia) di Kota Fujimino

Jumat, 28 Januari 2022 21:55

Pengusaha dari Bali Laporkan Istri ke Polisi, Dugaan Selingkuh Dengan Pria Lain di Medan

seorang pengusaha dari Bali membuat laporan ke Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut). Pengusaha itu melaporkan istrinya sendiri