• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 6, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Demo Suku Sakai, Gubri: Kami Hanya Ingin Tahu dan Tak Bisa Selesaikan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
16 Maret 2017
107
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan dalam situasi mendesak, pemerintah daerah tidak bisa mengambil keputusan sepihak. Hal ini berkaitan dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat Suku Sakai di depan Kantor Gubernur Riau, kemarin.

“Kami hanya ingin tahu saja. Karena memang tidak bisa kita putuskan karena menyangkut kepentingan di kabupaten dan pemerintah pusat,” katanya, Kamis (16/03/2017).

Jika betul polemik antata PT Ivo Mas Tunggal dengan Suku Sakai itu terjadi, Pemprov Riau ingin ada data lengkap supaya bisa diselesaikan secata hukum dan prosedural.

Baca: Warga Suku Sakai, di Antar 10 Unit Mobil Salpol PP

“Tuntutan masyarakat itu masyarakat yang mana dulu, di mana lokasi dan seperti apa duduk masalahnya,” tanbahnya.

Kabar miring terhadap aksi unjuk rasa itu ditunggani golongan tertentu juga sudah sampai ditelinga Andi Rachman. “Menuntutnya disini, tapi masyarakatnya entah dari mana. Saya juga dapat kabar masyarakat sakainya juga menolak nama suku mereka dipakai,” ujarnya.

Baca: Lahan Dirampas, Anak Sakai Tak Sekolah

Pemprov Riau dibuat bingung dengan masalah ini. Dia menegaskan akan ada pertemuan lanjutan, melibatkan elemen adat, pemerintah dan pihak pemangku kepentingan lainnya untuk selesaikan masalah ini.

Dari pertemuan itu runtut masalah ini jelas. Sehingga bisa diambil tindakan, supaya selesai. Termasuk mengkaji kembali bagaimana histori perusahaan Ivo Mas Tunggal bisa masuk dalam kawasan itu.

Penulis: Melba Ferry Fadly

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Aprilia RSV4 2026 Dibekali Mesin 1.099 cc dan Model Terbatas Hanya 12 Unit
Otomotif

Aprilia RSV4 2026 Dibekali Mesin 1.099 cc dan Model Terbatas Hanya 12 Unit

...

Read moreDetails
Jelang Putusan MK, Ini Daftar 12 Pemohon Sengketa Ijazah Gibran

Jelang Putusan MK, Ini Daftar 12 Pemohon Sengketa Ijazah Gibran

KKP Sebut Praktik di KM Maulana 23 Mirip Perbudakan, 28 ABK Diamankan

KKP Sebut Praktik di KM Maulana 23 Mirip Perbudakan, 28 ABK Diamankan

Mesin 156,9 cc Berpendingin Cairan, Ini Isi Paket Honda Stylo 160

Mesin 156,9 cc Berpendingin Cairan, Ini Isi Paket Honda Stylo 160

Pemerintah Larang Konser Israel Houghton di Indonesia, Ini Alasannya

Pemerintah Larang Konser Israel Houghton di Indonesia, Ini Alasannya

Rekomendasi 5 HP Tecno 2026 yang Paling Masuk Akal Dibeli

Rekomendasi 5 HP Tecno 2026 yang Paling Masuk Akal Dibeli

Next Post

Hawaii Bekukan "Travel Ban" Trump

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.