• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 8 Desember: Mengenang Kelahiran Munir, Aktivis HAM Indonesia

Romi J. by Romi J.
8 Desember 2021
hari kelahiran munir

Penggiat HAM memakai topeng Munir. (Net)

137
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Munir sangat dikenal sebagai seorang aktivis kemanusiaan dan HAM Indonesia. Semasa dia hidup, Munir selalu memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, anti kekerasan, dan menentang otoritarian dan militeristik.

Pada 8 Desember 1965, Munir dilahirkan di Malang dengan nama lengkap Munir Said Thalib. Munir kemudian menempuh pendidikan hukum di Universitas Brawijaya.

Nama Munir semakin melambung kala dia membela aktivis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus.

Sebagai aktivis kemanusiaan, Munir sering mendapatkan penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah penghargaan The Right Livelihood Award, sebuah penghargaan dengan hadiah ratusan juta rupiah. Namun, Munir tetap rendah hati, dan selalu menggunakan motor sebagai kendaraan sehari-hari.

7 September 2004, Munir dinyatakan meninggal diatas pesawat yang tengah menuju Amsterdam. Kepolisian Belanda kemudian mengeluarkan laporan mengejutkan, yaitu ditemukan senyawa arsenikum saat otopsi jenazah Munir. Artinya, aktivis kemanusiaan itu sengaja diracun.

Pilot Garuda, Pollycarpus Budihari Priyanto kemudian divonis 14 tahun penjara dengan tuduhan pembunuhan Munir. Namun, otak pembunuhan tak pernah terungkap. Tim pencari fakta yang dibentuk Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono juga tak pernah mengumumkan temuan mereka ke publik, dikumpulkan dari berbagai sumber. (bpc4)

Tags: aktivis HAMaktivis ham munirHAMMunir
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Catatan Sejarah 10 Desember: PBB Mengadopsi Deklarasi Hak Asasi Manusia

...

Read moreDetails

Catatan Sejarah 24 Oktober: Piagam PBB Mulai Berlaku

Negara Vanuatu

Mengenal Vanuatu, Negara Kecil yang ‘Serang’ Indonesia Lewat Kasus HAM Papua

Saat Komitmen Usut Kasus HAM Jokowi Ditagih

Surat Hamas jokowi

Ibu Korban Tragedi Semanggi Tuntut Jokowi Tunaikan Janji Kampanye

Bambang Soesatyo: Ini Bukan Soal Pelanggaran HAM, Tapi Keselamatan Rakyat

Next Post

Jadwal Laga Berdekatan, Fisik Pemain Timnas Jadi Perhatian

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.