• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

BGRM Perkuat Upaya Perlindungan Ekosistem Gambung Hadapi Musim Kemarau

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
7 Agustus 2021
123
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) masih melakukan upaya untuk memperkuat perlindungan gambut terutama di saat musim kemarau melanda.

Menurut catatan BRGM, Pulau Sumatera dikelilingi lahan gambut. Dari total 14,9 juta hektare gambut di Indonesia, 43,2% terdapat di Pulau Sumatra, dengan luasan 6,4 juta hektare.

“Kita lebih banyak menggunakan Pokmas, yang nyata-nyata tinggal di paling dekat dengan IPG,” kata Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Restorasi Gambut Wilayah Sumatera, Soesilo Indrarto, dalam webinar bertajuk Dialog Bernas Pengelolaan Lahan Gambut Wilayah Sumatra, Jumat, 6 Agustus 2021.

Dia menambahkan, pada masa kemarau ini, BRGM beserta tim di lapangan terus memantau fungsi dari Infrastruktur Pembasahan Gambut (IPG) berupa sekat kanal dan sumur bor di 3 provinsi yang memiliki lahan target restorasi, yaitu Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. 

Pemantauan juga melibatkan kelompok masyarakat (Pokmas) yang sebelumnya telah berdiri di bawah binaan BRGM.

Berjalannya fungsi IPG, kata Soesilo, begitu penting. Sebab, IPG bermanfaat untuk Operasi Pembasahan Gambut Rawan Kekeringan (OPGRK) dan Operasi Pembasahan Cepat Lahan Gambut Terbakar (OPCLGT). Operasi pembasahan sudah dilakukan sejak Maret 2021. Riau menjadi lokasi awalnya.

“Kita menggerakkan pokmas sebagai kekuatan dan ujung tombak ketika dalam kondisi darurat,” ucap dia.

Kepala Kelompok Kerja Teknik Restorasi, Agus Yasin menambahkan Pokmas juga diberikan pendampingan dan bantuan alat. 

“Kita juga adakan pelatihan, kemudian diberikan juga alat berupa pompa untuk pembasahan gambut agar gambut tetap basah dimusim kemarau,” ujar Agus.

Kegiatan pembasahan gambut kerap kali memanfaatkan sumber air dari sumur bor dan sekat kanal. 

Sekat kanal, menurut Agus, tidak hanya berfungsi sebagai sumber air untuk pembasahan gambut, tapi dapat juga meningkatkan produktivitas masyarakat. “Digunakan untuk jalur transportasi dan sarana untuk membawa hasil panen, kelapa contohnya,” ucap dia.

Pemanfaatan sekat kanal untuk aktivitas masyarakat ini dapat juga mengurangi resiko terjadinya kebakaran, “karena berfungsi, warga pasti jaga gambut”, tuturnya. 

Upaya pembasahan gambut ini, sebut Agus juga termasuk kontribusi BRGM untuk kegiatan antisipasi kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan KLHK, BNPB, Pemda dan TNI/Polri.

Kebakaran hutan dan lahan, terutama gambut, menurut Guru Besar IPB University, Bambang Hero Saharjo,  sangat berbahaya. Dampak kebakaran gambut di Indonesia bisa menjadi perhatian internasional. 

Mengingat, kebakaran gambut tidak hanya merusak alam dan kesehatan, melainkan juga emisi karbon.  Hakikatnya, perlindungan dan pengelolaan gambut yang berkelanjutan perlu ditingkatkan. “Lebih baik menjaga gambut, mengingat pemulihannya perlu waktu lama,” ucap dia. 

Untuk itu, Bambang menyarankan perlu dikembangkan Early Warning System kebakaran lahan dan penegakan hukum yang ketat. 

Dia juga mengajak sistem dan infrastruktur yang dibangun juga diikuti kerja cepat di lapangan, “Mulai memasuki kemarau harus ada orang yang menjaga, alat tersedia dan berfungsi, tim siap bekerja,” kata dia.

Tim Daerah Bekerja

Kepala Dinas Kehutanan Riau, M. Murad mengatakan selama bekerja di lapangan ada beberapa kesulitan. Tapi, pihaknya melakukan berbagai upaya penanggulangan kebakaran. Misalnya dengan melibatkan petugas keamanan di wilayah rawan pembakaran lahan.

“Provinsi Riau dekat dengan Sumatra Utara. Tekanan penduduk pendatang di Rokan Hulu, menjadi tantangan,” kata Murad.

Murad menyebut, percobaan pembakaran itu kerap dilakukan dengan harapan bahwa kebakaran dipandang sebagai kegiatan keterlanjuran. 

“Kita sedang waspadai dan mengetatkan bahwa pembangunan keun baru tidak lagi ditolerir,” ujar dia.

Sementara itu untuk memelihara sekat kanal, dia juga melibatkan pokmas dan mahasiswa.

Di Jambi, pemantauan terhadap kondisi gambut juga dilakukan. Kepala Dinas Kehutanan Jambi, Ahmad Bestari menyeritakan sistem monitoring (Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian Karhutla) ASAP Digital yang ada di wilayahnya. Dia menyebut, melalui aplikasi itu kebakaran lahan yang terjadi beberapa hari lalu segera bisa ditindaklanjuti.

“Dalam hitungan jam saja, sore dipantau malam itu tim pemadaman bergerak, dan kita melalui pokmas memadamkan api menggunakan air yang bersumber dari sumur bor,” kata Ahmad.

Tak hanya itu, Ahmad juga menyeritakan kisah sukses revitalisasi ekonomi yang diberikan BRGM di Desa Catur Rahayu, Kabupaten Jabung Timur. Warga yang berternak sapi, telah menjual sapinya untuk operasional patroli lahan gambut. “Alhamdulillah. Ini inisiatif luar biasa,” kata dia. (bpc2)

Tags: BRGMgambutKarhutla
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Kabut Asap Pekat Ganggu Penerbangan di Pekanbaru, Sejumlah Pesawat Delay hingga Batal

...

Read moreDetails
Operasi Pemadaman Karhutla Riau Berlanjut, Sejumlah Titik Belum Padam

11.370 Warga Riau Terserang ISPA Akibat Kualitas Udara Tidak Sehat

21 Puskesmas Disiagakan Antisipasi Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat di Pekanbaru

21 Puskesmas Disiagakan Antisipasi Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat di Pekanbaru

Data Luasan Lahan Terbakar di Pekanbaru 2026

Data Luasan Lahan Terbakar di Pekanbaru 2026

APHI Riau Gotong Royong dan Kolaborasi Tingkat Tapak Cegah dan Pemadaman Karhutla Paling Efektif

PBPH Bantu Pemadaman Karhutla di Pelalawan, APHI Riau Perkuat Perlindungan Desa

PBPH Bantu Pemadaman Karhutla di Pelalawan, APHI Riau Perkuat Perlindungan Desa

Next Post

Tingkat Kematian Indonesia Tinggi, Dokter Faheem Younus: Ikuti Sains, Bukan Pendapat Pribadi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.