Akibat Pembelian Obligasi “Busuk”, Bank Riau Kepri Rugi Milyaran Rupiah

Rabu, 10 September 2014 16:09
Akibat Pembelian Obligasi “Busuk”, Bank Riau Kepri Rugi Milyaran Rupiah

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Bank Riau Kepri kembali mencatatkan rekor kerugian hingga milyaran rupiah. Melalui pembelian surat berharga atau disebut kupon obligasi, bank milik masyarakat Riau – Kepri ini merugi milyaran rupiah. Pasalnya, obligasi yang dibeli seharga Rp 26,137 milyar ini anjlok menjadi Rp 21, 284 milyar dengan nilai penyesuaian pada periode semester I 2014.

Berdasarkan sumber terpercaya BertuahPos.com, menyebutkan jika kupon obligasi yang dibeli tersebut dibandingkan dengan suku bunga yang diterima bank, maka kerugian real atas pembelian tersebut sebesar Rp 2,188 milyar.  Ini bila hanya dilihat dari potensi kerugian pembelian kupon tersebut dibadingkan bunga kredit yang diterim bank.

Advertisement

Sejak awal kerugian ini sebenarnya sudah bisa diketahui. Pasalnya, bunga kupon obligasi yang diberi Bank Riau Kepri tersebut sangat rendah dibawah suku bunga yang ada, termasuk bila dibandingkan bunga kupon obligasi yang dikeluarkan Bank Riau Kepri (BRK). Bunga kupon yang dibeli itu hanya 6.625 persen, sementara bungakupon obligasi yang dijual BRK sebesar 10,40 persen.

BACA JUGA:  Soal Honorium Dewan Komisaris BRK Dianggap Melabrak Aturan, Ini Komentar Plt Biro Ekonomi

Anggota DPRD Provinsi Riau H Mansyur HS terkejut ketika mengetahui bunga kupon obligasi yang di beli tersebut jauh sekali dibawah bunga obligasi yang diberikan Bank Riau Kepri. Bahkan anggota komisi B yang ‘membidaniâ’ BUMD ini pun tak menyangka suku bunga tersebut lebih rendah lagi dari BI Rate.

Baca: Naik Jadi 2,88%, Simak Kondisi Ekonomi Riau Triwulan I/2019

“Selesihnya jauh sekali, padahal seharusnya bunga kupon obligasi yang dibeli BRK tersebut seharusnya diatas bunga kupon obligasi yang dijual BRK atau minimal sama. Kalau tidak yang tentu merugi,” ujar Mansyur kepada BertuahPos.com diruang kerjanya, Rabu (10/9/14)

Ia pun merasa anehnya, karena obligasi senilai Rp 26,137 milyar tersebut dibeli harga komisi (harga gorengan broker) 104,258 persen, sehingga total pembelian menjadi Ro 27,227 milyar. “Ini aneh, sudah jelas bunga kuponnya rendah tetapi dibeli dengan harga tinggi. Dalam bisnis ini tidak tepat,” tukasnya. (yogi)

BACA JUGA:  Curi Uang Nasabah, Bank Riau Kepri Hanya Memecat Secara Tidak Hormat
JENIS OBLIGASI NOMINAL RATE OBLIGASI RATE JAG Â

ASUMSI

FR 0065 20.000.000.000 6.625% Â

15%

FR0065 6.137.000.000                KERUGIAN REAL AKIBAT KUPON< BUNGA KREDIT            Rp 2.188.973.750 6.625% KAG MERUPAKAN SEKTOR EKONOMI BAGI BRK

SBDK 13.5%, UTK JUAL PULANG POKOK SAHA 15%

RATA-RATA BI RATE DIATAS 7.5%

  Â
TOTAL 26.137.000.000 6.625% KUPON YANG DITERIMA SETAHUN 1.731.576.250

 3.920.550.00

KAG 26.137.000.000 15.00% BUNGA KAG YG DITERIMA SETAHUN

Â

  KERUGIAN REAL AKIBAT KUPON< BUNGA KREDIT            Rp 2.188.973.750

Â