BERTUAHPOS – Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Angkatan Darat bersama Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD, menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat dengan membangun fasilitas air bersih di Desa Tulang Bawang, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Oku Timur, Provinsi Lampung.
Program ini dipimpin langsung oleh Komandan Puslatpur, Brigjen TNI Dany Rakca Andalasawan. Dia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam membantu masyarakat di wilayah teritorialnya, terutama yang masih kesulitan mengakses air bersih.
Dalam pelaksanaannya, para prajurit TNI bahu membahu bersama warga desa membangun sumur bor dan tempat penampungan air bersih. Tidak hanya itu, mereka juga membangun jaringan kran air untuk memudahkan masyarakat dalam mengambil air.
“Warga di desa ini sebelumnya sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Melalui gotong royong antara prajurit TNI dan warga, kini mereka bisa menikmati air bersih kapan pun dibutuhkan,” ujar Brigjen Dany.
Pembangunan infrastruktur air bersih ini pun disambut antusias oleh warga desa yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air layak konsumsi. Beberapa warga bahkan mengaku sangat terbantu karena mereka tak lagi harus membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurut Brigjen Dany, proyek ini tidak hanya bertujuan menyediakan air bersih, tetapi juga memperkuat ikatan antara TNI dan masyarakat. “Kami ingin hadir dan menjadi bagian dari solusi nyata di tengah masyarakat. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan, kesehatan, dan kesejahteraan warga,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata peran TNI dalam mendukung pembangunan di daerah, khususnya wilayah-wilayah yang masih minim infrastruktur. Diharapkan, program serupa dapat terus dilaksanakan di desa-desa lain yang menghadapi persoalan serupa, sebagai bagian dari tugas pengabdian TNI untuk negeri.
Dengan adanya fasilitas ini, warga Desa Tulang Bawang kini bisa bernapas lega. Mereka tidak hanya mendapatkan akses air bersih, tetapi juga merasakan kehadiran negara yang benar-benar peduli pada kebutuhan mereka.***









