• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

YLKI Minta Polri Lanjutkan Penuntasan Beras Plastik

Tim Redaksi by Tim Redaksi
27 Mei 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC) – Baru-baru ini masyarakat sedang dihebohkan dengan adanya beras plastik yang saat ini beredar dipasaran. Dan beredarnya beras plastik tersebut membuat masyarakat khawatir akan beras yang akan dibeli ataupun dikonsumsi.

Terkait hal tersebut, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah dan kepolisian terus mengungkap motif pengedar beras yang diduga sintetis dan terbuat dari plastik, meskipun Kapolri Jenderal Badrodin Haiti telah menyatakan uji sampel beras yang dilakukan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukan hasil negatif.

“Pernyataan Kapolri dan juga Badan POM bahwa tidak ada beras plastik di pasaran, boleh jadi hal itu melegakan masyarakat. Namun demikian, pernyataan ini belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan,” kata Anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi yang dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (27/5/2015).

Alasan pertama, lanjut Tulus, pernyataan bahwa laboratorium Sucofindo diduga sudah terkontaminasi unsur plastik saat menguji beras dinilai terlalu menyederhanakan persoalan. Pasalnya, laboratorium Sucofindo merupakan lembaga berpengalaman dan memiliki reputasi internasional.

“Kedua, jika dinyatakan tidak ada beras plastik, seharusnya Kapolri juga berkomitmen untuk mengungkap dalang pengedar beras plastik, apa motifnya dan siapa pula otaknya?” ujarnya.

Selanjutnya, YLKI juga menilai munculnya kasus beras plastik di masyarakat merupakan bentuk lemahnya pengawasan pemerintah terhadap distribusi beras di pasaran.

“Ketiga, munculnya kasus beras plastik, bagaimanapun merupakan bentuk lemahnya pengawasan oleh pemerintah terhadap distribusi beras di pasaran,” kata Tulus.

Kemarin, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan uji sampel beras yang dilakukan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri dan BPOM menunjukan hasil negatif.

Kepolisian yang belum yakin dengan hasil itu, kata Badrodin, kemudian mencari tahu apabila ada kemungkinan kesalahan mengambil sample. Kepolisian lantas ke Laboratorium Sucofindo untuk menanyakan proses pemeriksaan dan sample yang juga mereka lakukan terhadap beras yang diduga mengandung plastik.

Dalam uji sampel beras sebelumnya, Sucofindo menyatakan bahwa ada kandungan platik dalam sampel beras yang diteliti. Beras yang diteliti mengandung polivinil yaitu bahan baku pipa paralon.

Namun sampel beras dari Sucofindo tersebut saat diperiksa oleh Puslabfor Polri ternyata juga negatif. Dengan adanya hasil uji laboratorium ini, Polri menyimpulkan bahwa tidak ada beras plastik.

Sebagaimana diketahui, Seperti yang dialami oleh seorang pedagang makanan di Bekasi, Jawa Barat yang mengaku mendapatkan beras palsu alias beras yang terbuat dari bahan sintetis berbahaya.

Dari hasil temuan tersebut, kini keluarga Dewi punya pekerjaan tambahan. Selain berjualan nasi dan bubur di depan rumahnya di Perumahan Mutiara Gading Timur, Kelurahan Mustika, Bekasi, Jawa Barat, ia terpaksa harus ekstra teliti memisahkan beras yang asli dan mana beras palsu yang dicurigai terbuat dari plastik.

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Sempat Dicabut, BW Kembali Ajukan Gugatan Kedua

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.