Yang Beda Dari Tol Bali

Selasa, 27 Agustus 2013 19:27
BERTUAHPOS – Konstruksi jalan sepanjang 12,7 kilometer membentang di atas laut Bali. Pengerjaan jalan tol yang menghubungkan Pelabuhan Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua sudah rampung 100 persen dan siap diresmikan oleh Presiden dalam waktu dekat. Jalan tol ini juga sudah diujicoba sendiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu.
Â
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tak pernah berhenti memuji jalan tol yang menghabiskan dana Rp 2,4 triliun ini. Salah satunya karena konstruksinya yang berada di atas laut.
Â
Proyek ini disebut-sebut layak mendapat apresiasi lantaran merupakan jalan tol pertama di Indonesia yang dibangun di atas laut dengan panjang sekitar 12,7 km, di mana 10 km berada di atas laut. Panjang jembatan tol di Bali ini hampir sama dengan Penang Bridge di Malaysia yang panjangnya mencapai 13,5 km, atau Union Bridge sepanjang 12,9 km di Kanada.
Â
Dahlan Iskan bahkan menyebut bahwa jalan tol ini memecahkan 3 rekor sekaligus. Pertama, Dahlan memuji pengerjaan proyek ini karena desain dan konstruksinya sepenuhnya dikerjakan anak bangsa dalam kurun waktu 14 bulan. Kedua, jalur khusus sepeda motor di sayap kiri dan kanan jalan tol itu.
Â
Namun, jika kecepatan angin 40 knot, maka motor tidak diperkenankan masuk. Pengendara motor yang akan melintas jalan tol ini akan dikenakan tarif Rp 4.000 sekali jalan. Dan untuk mobil akan dikenai tarif Rp 10.000. “Ada jalur sepeda motornya jalan tol ini, Suramadu juga memang sudah ada tapi tidak seperti ini,” kata Dahlan, akhir pekan lalu.
Â
Rekor lain adalah tol yang paling indah di Indonesia. Walaupun sebelumnya sudah ada tol atas laut yakni Suramadu, namun tol atas laut Bali diklaim Dahlan jauh lebih indah dari tol Suramadu yang hanya bertekstur lurus saja.
Â
“Segi terindah, ini yang paling terindah, di atas laut,” katanya.
Â
Jalan tol ini juga dilengkapi dengan beberapa peralatan yang mungkin tidak ada di tol lainnya. Pertama, alat pengukur kecepatan angin yang berfungsi sebagai indikator apakah sepeda motor diperbolehkan masuk dalam tol atau tidak.
Â
Setiap angin kencang, alat tersebut akan memberikan informasi ke petugas yang berjaga gerbang tol secara online. Petugas di sana kemudian memutuskan apakah motor diizinkan masuk atau tidak.
Â
Selain itu, jalan tol atas laut Bali ini juga dilengkapi dengan kamera di setiap ‘jengkalnya’. Kamera memang ada di setiap beberapa ratus meter untuk memantau kendaraan yang sedang berada di dalam tol.
Â
Saking bangganya akan kesuksesan hasil karya anak bangsa ini, pemerintah mempromosikannya ke negara lain. Bahkan, pemerintah tidak segan membantu Myanmar membangun jalan tol di atas laut, layaknya jalan tol Bali.
Â
sumber: merdeka