Warga Miskin Pekanbaru :Seolah-olah Kami Jadi Pengemis

Kamis, 27 Juni 2013 09:23
BERTUAHPOS, PEKANBARU – Pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di hari kedua di Kantor Pos Pekanbaru, Rabu (26/6) masih menuai protes dari masyarakat yang belum dapat bagian. Terlebih bagi mereka yang tidak mengantongi Kartu Perlindungan Sosial (KPS), syarat mendapat BLSM.
 
 
Pantauan Tribun, puluhan masyarakat mendatangi kantor pos dan menuntut pembagian BLSM. Untuk mendapatkan bantuan atas dana kompensasi kenaikan harga BBM itu, ditandai dengan KPS. Sehingga masyarakat yang hanya membawa KTP dan KK saja di kantor pos kemarin juga menuntut agar mendapatkan KPS.
 
 
Menyikapi hal tersebut, petugas dari kantor pos membuka loket penampungan bagi masyarakat yang menuntut KPS itu. Loket itu berada di halaman belakang kantor pos tersebut. Kemudian, satu persatu masyarakat yang rela antre dipanggil petugas untuk penyesuaian datanya dengan KPS yang masih menumpuk di kantor pos. Artinya, petugas kantor pos yang berkewajiban mengirimkan KPS kepada masyarakat yang berhak menerima ternyata tidak terlaksana secara maksimal.
 
 
Beredarnya informasi dari mulut ke mulut di tengah masuarakat bahwa masih banyak KPS yang tersedia di kantor pos, masyarakat yang merasa berhak pun datang berduyun-duyun silih berganti. Petugas pun terpaksa harus menyediakan kursi supaya masyarakat yang sudah mengular sejak pagi bisa lebih tertib.
 
 
Kondisi ini tak sidikit pula membuat masyarakat protes dan ngomel. Anik, 42 tahun misalnya. Warga jalan terubuk, kelurahan Tangkerang Barat ini merasa tidak senang dengan petugas kantor pos. Ia mengomel-ngomel karena belum mendapat KPS.
 
 
“Harusnya mereka mengantarkan ke rumah-rumah masyarakat. Jangan seperti ini. Seolah-olah kami menjadi pengemis,” ujarnya.
 
Dia menilai pembagian BLSM ini tidak tepat sasaran. Apalagi dalam pendataannya tidak melibatkan RT dan RW, sehingga banyak masyarakat yang harusnya dapat menjadi tidak dapat.
 
“Yang ada kendaraan dapat, tak ada kendaraan tak dapat. Kartunya gak jelas sampai sekarang. Saya kalau gak diberitahukan tetangga mungkin saya gak akan dapat,” katanya.
 
 
Dalam antrian warga tersebut, Witarsa,59 tahun berasal dari Keluarahan Cinta Raja, Sail tampak berdiri lemas dengan anaknya. Pekerja serabutan ini datang tidak pakai sandal. Warga bersuku bangsa Tionghoa ini mengaku belum dapat KPS, sementara ia berhak mendapatkannya.
 
 
“Saya bekerja apa sajalah, yang penting dapat duit. Karena anak saya empat orang masih sekolah. Tadi ada tetangga yang nyuruh datang kesini, maka saya datang,” ujarnya.
 
 
Tidak hanya itu, pembagian hari kemarin merupakan jatah warga di tujuh kelurahan se-Kecamatan Sukajadi. Namun, warga miskin di Kecamatan ini masih banyak yang belum mengantongi KPS. Sehingga berdatangan ke Kantor Pos melihat tetangganya sudah menjemput pembagian sebesar Rp300 ribu ini.
 
 
Zahirma, 58 tahun dan Ermi, 53 tahun misalnya. Warga asal kelurahan Jadirejo ini naik angkutan umum menuju kantor pos. Kedatangannya menuntut KPS ke kantor pos kemarin sudah kedua kalinya.
 
“Kemarin (Senin) kami juga sudah datang, tapi belum dikasih. Sekarang kami datang lagi, mudah-mudahan ada rezeki nanti,” ucapnya.
 
 
Hal yang sama juga dialami puluhan warga lainnya, demi mendapatkan bantuan ini. Koordinator Lapangan (Korlap) Satgas BLSM kantor Pos Pekanbaru, Agus Tri Irawan, menerangkan, kemarin merupakan pembagian untuk warga kecamatan Sukajadi. Jumlah warga yang menerima di kecamatan ini 1.278 orang yang tersebar di tujuh kelurahan, yakni Jadirejo, Kampung Tengah, Kampung Melayu, Kedung Sari, Harjosari, Sukajadi dan Pulau Karam.
 
 
Agus tidak mengakui bahwa pembagian BLSM pada hari kedua ini masih belum bebas dari protes masyarakat. Namun, lebih ada kemajuan pada pembagian di hari pertama.
 
“Hari ini alhamdulillah lancar. Namun, ada juga yang belum baca pengumuman, sehingga warga yang tidak dari kecamatan sukajadi banyak juga yang datang,” katanya.
 
Agus mengakui bahwa pihaknya sudah memberikan surat pemberitahuan jadwal pembagian ke setiap kelurahan sejak tanggal 24 Juni kemarin.
 
 
Selain itu, Agus juga membeberkan bahwa ada masyarakat yang mendatangi petugas, sementara ia tidak terdaftar sebagai pemegang KPS. Mengatasi hal ini, petugas hanya dapat menyampaikan kepada warga yang bersangkutan melapor ke kelurahan atau camat masing-masing. “Kita hanya diberi amanah membagikan, bukan mendata ulang yang belum mendapat KPS,” ujar Agus.
 
 
Terkait banyaknya masyarakat yang belum mengantongi KPS, ditanggapi Agus bahwa pihaknya pernah sampai kerumah masing-masing. Hanya saja masyarakat yang dikunjungi kadang tidak berada di rumahnya.
 
“Petugas biasanya mendatangi dua kali kalau tidak ada juga di rumah, maka kami mempersilahkan masyarakat datang ke kantor pos. Syaratnya mengambil KPS harus membawa KTP dan KK,” katanya.
 
 
Dijelaskan Agus, pemegang KPS se Pekanbaru berjumlah 22.741 orang. Dengan rincian, kecamatan Pekanbaru Kota 743 KPS, Sukajadi 1.278 KPS, Senapelan, 1.459 KPS, Tampan 2.774 KPS, Limapuluh 879 KPS, Sail 485 KPS, Payung Sekaki 1.941 KPS dan Marpoyan Damai 2.578 KPS.
 
“Untuk Kota Pekanbaru kita bagikan sampai tanggal dua Juli nanti,” katanya. (tribunpekanbaru.com)