Wah, 6 Ribu Warga Kalsel Menderita Gangguan Jiwa

Sabtu, 17 Juni 2017 10:14

BERTUAHPOS.COM (BPC), KALSEL – Warga Kalimantan Selatan (Kalsel) banyak menderita gangguan jiwa. Jumlahnya ditaksir sekitar enam ribu orang. Itu dikatakan Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dr Dharma Putra.

Jumlah penderita itu berdasar data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) 2013. Dalam data ini disebut, bahwa prevalensi gangguan jiwa penduduk Indonesia mencapai 1,7/per mil.

Dengan acuan itu, maka berarti bila penduduk Kalsel 4 juta orang, maka potensi penderita gangguan jiwa berat telah sampai pada enam ribu orang. “Jumlah ini harus terus diantisipasi, agar pengobatan bisa dilakukan dengan maksimal,” ujarnya.

Namun yang disesalkan, kesadaran masyarakat masih rendah. Keluarga tidak mau membawa anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa ke rumah sakit jiwa. Itu karena berbagai faktor, diantaranya rasa malu.

Baca: Roy Surya Buka Tour de Siak, Gubri Kemana ya?

Untuk itu, di antara sekian banyak penderita, pasien yang dirawat di RSJ Sambang Lihum hanya 300 orang. Kebetulan, ini sesuai dengan kapasitas yang tersedia.

Menurutnya, pihaknya akan mencanangkan program rumah sakit layak. Itu agar penderita merasa nyaman dan betah untuk berobat rutin ke rumah sakit.

“Kita berusaha membuat program memanusiakan manusia sebagaimana mestinya. Itu agar jika ada pasien diobati, dia bersedia balik lagi untuk melanjutkan perawatan,” ujarnya.

Itu dilakukan, sebab selama ini sebagian besar pasien yang keluar dari rumah sakit malas untuk mengikuti perawatan lanjutan. Faktornya adalah trauma dan sebab yang lain.

“Dalam bulan puasa ini, bagi pasien yang muslim, mereka juga mengikuti puasa dengan menjalankan ibadah sahur, buka dan tarawih,” tambahnya.

Selain itu, persoalan lain yang terus disosialisasikan ke masyarakat adalah stigma terhadap penderita gangguan jiwa. Itu yang membuat mereka sulit kembali ke masyarakat, walaupun sudah sembuh.

Selain penderita gangguan jiwa berat, terdapat sekitar 40 persen warga Kalsel juga mengidap gangguan jiwa ringan. “Penyebabnya memang macam-macam. Bisa persoalan ekonomi, keluarga dan lainnya,” tutupnya. (jss)