Tanaman Hias Penghijauan Mati, ini Jawaban DKP

Sabtu, 23 Agustus 2014 11:24
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Agar jalanan di Kota Pekanbaru terlihat rindang dan asri, Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) melakukan penghijauan di median jalan. Namun justru tanaman banyak yang mati mengering.
 
Seperti di Jalan Nangka, Pekanbaru dimana bunga pucuk merah yang sengaja di tanam di antara pepohonan rindang bukannya tumbuh subur malah mati mengering.

Saat dikonfirmasi bertuahpos.com, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pekanbaru (DKP), Zulkifli membenarkan ada tanaman hias berjenis bunga pucuk merah yang mati di sepanjang median Jalan Nangka. “Ya, saya sudah cek memang ada yang mati. Tapi tidak semua,” ujarnya.

Namun dirinya membantah bila hal tersebut dikaitkan dengan perawatan yang kurang. “Biasalah kalau namanya menanam bunga atau pohon. Apa lagi waktu itu tanam di musim panas. Itu bukan program taman, hanya menyisipkan saja, karena ada pembibitannya dari anggota, makanya kita letak di sana,” jelasnya sebelum penyelenggaraan MTQ di Masjid Annur, Jumat (23/08/2014).

Seperti yang diberitakan sebelumnya bunga varian pucuk merah yang bernama latin Syzygium Oleina yang di tanam median Jalan Nangka, Pekanbaru dijumpai mati. Pantauan di lapangan hampir keseluruhan telah mati dengan daun dan batang mengering. Namun di sepanjang Jalan Sudirman bunga tersebut tumbuh subur.

Baca: 163 Kasus Kebakaran Terjadi di Pekanbaru Selama 2018, 105 Bangunan

Sambung Zulkifli bunga di sepanjang jalan nangka tersebut, nantinya bakal diganti dengan yang baru. “Akan kita ganti, karena ada juga dari anggota kita yang melakukan pembibitannya,” sebutnya.

Saat ditanya mengenai anggaran pengadaan bunga tersebut, Zulkifli engan menjelaskan sebab ia tak ingat besarannya. “Itu berasal dari pembibitan anggota,  totalnya saya tak ingat karena (pengadaan) bercampur dengan tanaman lainnya. Kalau dari program APBD itu yang saat ini ada batu bata yang disusun di median jalan nangka. Rencana kita buat untuk taman yang berisi tanaman rendah,” tuturnya. (riki)