Taksi Online Merajalela, Sopir Taksi Ancam Tolak Bayar Pajak

Senin, 14 Maret 2016 12:07

BERTUAHPOS.COM (BPC)– Sopir taksi yang mogok massal menegaskan agar pemerintah segera melarang aktivitas taksi berbasis online. Lalu para sopir taksi menginginkan hak istimewa yang didapatkan para sopir taksi online ini.

Seperti dilansir dari Warta Kota, ratusan taksi yang biasa beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (15/3/2016) sudah mulai melaksanakan aksi mogok massal dengan cara berkonvoi menuju Jakarta untuk melakukan demonstrasi.

Aksi mogok massal sendiri dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah terkait maraknya layanan angkutan umum berbasis online.

 Para sopir berdemo lantaran merasa dirugikan dari segi pendapatan dengan keberadaan layanan berbasis aplikasi online tersebut.

Baca: Polisi Amankan Puluhan Terompet Dari Sampul Al Quran

 “Tujuan utama kami demo ini supaya pemerintah melarang taksi online beroperasi. Tapi kalau mereka tetap diizinkan operasi, tidak apa-apa. Asal, kami juga nggak bayar pajak seperti mereka, ” kata Teddy, sopir taksi Express di kawasan Rawa Bokor.

Teddy mengatakan, pendapatannya per hari setelah taksi berbasis aplikasi online merebak menurun sangat drastis.

“Pendapatan turun 70 persen. Itu kan belom dipotong setoran dan lainnya. Kadang malah kalau dapatnya pas-pasan, pulang nggak bawa duit sama sekali. Sementara, taksi yang berbasis online dapat bayaran tanpa potongan apapun. Kan nggak adil, ” kata Teddy kesal.

Hal senada juga dilontarkan sopir taksi Express lainnya, Aristo. “Dikira nggak susah apa bayar uang sekolah anak sama belanja keperluan sehari-hari istri? Pokoknya taksi online harus dilarang, atau ya kami juga nggak mau bayar pajak ke negara, ” kata Aristo.

Sumber: Warta Kota