Sukses Bantu Padamkan Karhutla, 200 Prajurit TNI-AD Tinggalkan Siak

Senin, 15 Juli 2013 10:53
BERTUAHPOS, SIAK – Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) atau Tim “Pasukan Loreng” TNI-AD di Kabupaten Siak, Ahad (14/7/13) gelar temu ramah dengan Bupati Syamsuar. Pertemuan diawali dengan berbuka puasa dan anak yatim serta jajaran Pemerintah Kabupaten (Kab) Siak, acara berlangsung di Masjid Islamic Center.
Â
Hal itu disampaikan Kepala BPBD Siak Wan Abdul Razak, melalui Kepala Bidang (Kabid) Damkar Irwan Pryatna kepada wartawan di Siak, sebelum para tim meninggalkan Siak, Bupati Siak mengundang untuk berbuka puasa bersama.
Â
“Bupati mengundang pasukan untuk temu ramah sekaligus buka bersama pada hari ini (Ahad,red),” ujar Irwan.
Â
Sebelumnya, BPBD Siak telah pula menggelar buka bersama dengan para loreng tersebut di markas damkar BPBD Siak yang diwarnai dengan pemutaran film dokumenter profil Yonif 303/13/1 Kostrad.
Â
“Kita kan, dapat bantuan PRCPB pusat sebanyak 200 personil Kostrad yang diturunkan di empat Cluster yakni Siak, Sungai Apit, Tualang dan cluster Kandis, masing-masing 50 personil. Dari total tersebut, secara berangsur sudah mulai ditarik sejak Sabtu lalu, menyusul ditutupnya posko tanggap darurat BPBD Provinsi Riau oleh wakil Gubernur Riau, Mambang Mit pada Rabu (10/7/13) lalu.
Â
Dansubsatgas Yonif 303 Setia Sampai Mati (SSM) Kostrad, Lertkol Inf Yarnedi Mulyadi, selaku pemegang komando kesatuan operasi bantuan pemadaman karhutla di Kabupaten Siak mengatakan bahwa, pihaknya mulai menarik pasukan dari empat cluster yang ada di Kabupaten Siak secara bertahap untuk segera bergabung di Pekanbaru bersama personil PRCPB lainnya yang diturunkan dibeberapa kabupaten yang ada di Riau, sebelum diterbangkan kembali menuju Jakarta nantinya.
Â
“Kita sudah mendapat perintah untuk segera kembali bergabung dengan personil lain di pekanbaru, sebelum nantinya kembali ke markas besar kita di Jawa,” ujar Yarnedi.
Â
Menurutnya, perintah penarikan personil tersebut, berlandaskan pada telah membaiknya kualitas cuaca dan udara di Riau, yang ditandai dengan menipisnya kabut asap dan jarak pandang yang sudah cukup jauh, serta tidak terpantaunya titik api oleh satelit NOAA.
Â
Satelit NOAA 18, kata dia, tidak lagi mendeteksi adanya hot spot di provinsi Riau, termasuk di kabupaten Siak. Kalaupun ada yang masih mengepul, terusnya, itu hanyalah titik api kecil yang tidak terpantau oleh satelit dan pemadamannya, cukup dilakukan oleh tim BPBD setempat.
Â
(riauterkini.com)