Riau Tetapkan Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Kamis, 11 Februari 2016 11:01

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau bahwa pada hari ini, Kamis (11/02/2015) Provinsi Riau ditetapkan sebagai status darurat bencana banjir dan tanah longsong. Hal ini dilakukan mengingat jumlah wilayah yang terendam banjir di Riau semakin bertambah.

Sebelumnya, tiga daerah yang juga dihantam musibah itu, yakni Kampar dan Kabupaten Kuantan Singingi serta Rohul sudah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir.

Kepala BPBD Riau Edwar Sanger, bersama TNI, BPBD Daerah, Basarnas, Dinas Kesehatan Provinsi dan instansi terkait telah duduk satu meja di Kantor BPBD Provinsi Riau untuk menetapkan status tanggap darurat bencana banjir itu.

( Baca : Tokoh Masyarakat Harap Korban Banjir di Riau Tabah)

Baca: Pemkab Inhil Serahkan 20 Unit Alsintan

Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, bahwa semua pihak yang terlibat dalah hal ini, telah menyatakan diri untuk siap menurunkan anggotanya, untuk bantu tenaga turun ke lokasi bencana untuk melakukan peyisiran evakuasi.

“Korem sudah beri dukungan. Dari danrem kami juga sudah dapat kabar ada 2 batalion yang diturunkan, sebagian untuk evakuasi dan pengamanan,” katanya.

Selain itu dia meminta BPBD Kampar untuk bergerak cepat, terhadap 15 kecamatan di Kabupaten Kampar yang saat ini sedang mengalami musibah tersebut. Daerah yang saat ini sedang mengalami musibah itu adalah Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuansing dan Kabupaten Rohul.

( Baca : Banjir Riau, Produksi Padi Dipastikan Turun)

Pihak PLTA sudah memberikan informasi setiap mereka akan melakukan pembukaan pintu air waduk PLTA di Kampar itu. “Kamis sudah membahas status tanggap darurat ini. Tinggal kita mengambil status Riau dalam kegiatannya.”

Kalau diposisikan status tanggap darurat, batasan waktunya hanya 14 hari. Informasi sementara, dari tadi malam debit air cenderung menurun. Dari tiga komonen siaga darurat yang sudah ditetapkan oleh 3 kabupaten untuk di Riau siaga darurat banjir dan tanah longsor. “Bukan tanggap darurat banjir,” sambungnya. (Melba)