RAPP Latih Damkar di Pulau Padang

Selasa, 17 Juni 2014 11:17

BERTUAHPOS.COM, PULAU PADANG – Guna mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi beberapa waktu lalu di Riau, PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) membentuk dan melatih Masyarakat Peduli Api (MPA) di Pulau Padang. Pelatihan ini akan diikuti oleh puluhan anggota MPA di sejumlah desa di Pulau Padang yang dipusatkan di Desa Lukit pada 24 hingga 25 Juni 2014 mendatang. 


Estate Manager Pulau Padang, Marzum, mengatakan pembentukan MPA ini merupakan bentuk komitmen serius perusahaan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.


Hingga saat ini sudah terbentuk 3 MPA di Pulau Padang, yakni dari Desa Putri Puyu, Mekar Delima dan Lukit. Ke depannya, RAPP juga akan segera membentuk 3 MPA lagi di Pulau Padang. Selain, mendapatkan pelatihan dan pengetahuan mengenai teknik pemadaman api, MPA ini juga memperoleh bantuan peralatan pemadam untuk kebakaran hutan dan lahan.


“Ini merupakan bentuk komitmen serius kita dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan, terutama di sekitar wilayah operasional perusahaan. Sudah ada 3 MPA kita bentuk, menyusul segera 3 MPA lagi. MPA ini akan latihan bersama tim fire fighter kita selama dua hari, Selasa dan Rabu depan di Desa Lukit,” ungkap Marzum.

Baca: Mahasiswa Universitas Riau Kunjungan Wirausaha Jamur dan Kripik Nenas


Sebelumnya, sebanyak 3 perwakilan MPA di Pulau Padang juga telah mengikuti pelatihan dasar pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang diselenggarakan oleh Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), Kabupaten Inderagiri Hulu, pada 5 hingga 10 Juni 2014 lalu.


Fire & Aviation Manager RAPP, Yuneldi, mengatakan pelatihan ini merupakan kerjasama antara Dinas Kehutanan, Balai TNBT, RAPP dan Manggala Agni. Adapun tujuan latihan gabungan ini untuk meningkatkan kompetensi para personil pemadam dan MPA dalam memadamkan api secara strategis dengan cepat dan tepat.


“Dalam latgab (Latihan Gabungan.red) kali ini kita mengajak perwakilan MPA dari Pulau Padang yang sudah kita bentuk dan di sini bergabung dengan 30 orang personil fire fighter kita dari berbagai estate operasional,” kata Yuneldi.


Salah seorang perwakilan MPA dari Desa Putri Puyu, Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Anwar, mengaku sangat bersemangat mengikuti pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat dan harus diikuti oleh MPA lainnya.


“Luar biasa, ini baru pertama kali saya ikut dan saya sangat peduli dengan karhutla. Tidak mudah memang memadamkan api di hutan apalagi lahan gambut. Namun, jika kita tahu bagaimana tekniknya, maka api akan bisa diatasi,”ungkap Anwar.(rls/syawal)