Pemukulan Terhadap Wartawan, Letkol Robert Hanya di Hukum 3 Bulan

Selasa, 17 September 2013 09:49
BERTUAHPOS, PEKANBARU – Terdakwa kasus pemukulan terhadap wartawan, Letkol Robert dinilai terbukti melanggar hukum. Hanya saja tuntutannya hanya 3 bulan penjara.
 
Sidang Mahkamah Militer (Mahmil) ini dilaksanakan di Gedung Oditur di Jl T Tambusai, ujung, Pekanbaru, Senin (16/9/2013). Sidang dilaksanakan secara marathon, sejak pagi hingga sore.
 
“Terdakwa terbukti bersalah melakukan penganiayaan sesuai pasal 351 KUHP. Menuntut terdakwa dengan hukuman tiga bulan penjara dipotong masa tahanan,” ujar Oditur Militer, Kolonel CHK Rizaldi.
 
Sebelum dibacakan tuntutan, terdakwa Letkol Robert Simanjutak sempat memberikan keterangan membantah memukul korbannya Didik fotografer media lokal itu.
 
Namun ketika video rekaman penganiayaan diputarkan majelis hakim, terdakwa tidak bisa membantah. Termasuk 4 saksi dari TNI AU yang menyebut tidak melihat terdakwa memukul juga akhirnya mengakui adanya aksi pemukulan.
 
“Saya tahu, kalian sebelum menjadi saksi pasti sudah diberi pengarahan dulu. Dalam video ini semuanya sudah jelas,” kata Ketua Majelis Hakim Kolonel CHK Dr Djodi Suranto dengan hakim anggota a Kolonel CHK TR Samosir dan Kolonel CHK Hariadi Eko Purnomo.
 
Penganiayaan terhadap Didik terjadi saat pesawat tempur TNI AU jenis Hawk 200 jatuh di Jalan Amal Kecamatan Pasir Putih Kabupaten Kampar, Selasa (16/10/2012). Saat meliput jatuhnya pesawat ini, Didik dianiaya oleh Letkol Robert Simanjuntak yang kala itu menjabat sebagai Kadis Pers Lanud Roesmin Noerjadin.
 
Sidang Mahmil masih akan dilanjutkan besok, Selasa (17/9/2013) dengan agenda pembacaan vonis terhadap Letkol Robert Simanjuntak.
 
 
(detik.com)