• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Mitos Banjir Kampar dari Meriam Lelo Hingga Naga

Tim Redaksi by Tim Redaksi
13 Februari 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU- Banjir yang melanda Kabupaten Kampar, Provinsi Riau disebut musibah terparah setelah 1978. Saat di mana waduk PLTA Koto Panjang belum berdiri.

Kendati saat ini banjir mulai surut dan ribuan pengungsi sudah kembali, mulai membersihkan rumah masing-masing. Sempat terbersit kisah mistis yang menyertai peristiwa banjir ini.

Seperti penuturan warga Tanjung Bungo Kecamatan Kampar Timur, Syamsudin (61). Dengan tanggan bergetar dirinya menceritakan dengan penuh yakin bahwa sebelum banjir besar datang sempat terdengar bunyi keras seperti letusan di langit. “Kuat bunyinya sampai orang dari mana-mana datang ke sini bertanya sumber asal suara ledakan. Tapi yang ditanya tidak ada satu pun yang bisa menjawab. Makanya kami percaya itu bunyi lelo,” katanya Sabtu (13/02/2016).

Suara lelo dipercaya dari cerita masyarakat yakni sejenis meriam terbuat dari bambu milik Datuok Rajo Koto. Dan masyarakat di “Serambi Mekkah” percaya suara itu pertanda akan datangnya banjir besar. “Karena tahun 1978 juga bunyi besar sepertu itu,” kata Syamsudin sambil sesekali menepuk pahanya sendiri.

Dari penuturan warga suara letusan lelo terdengar oleh sebagian amsyarakat di Kabupaten Kampar pada Selasa (09/02/2016) sekitar tengah hari saat matahari sedang tinggi. Terlepas dari percaya atau tidak atau ini sebuah mitos, saat ini sebagian besar wilayah Kampar sudah terendam banjir.

Sedangkan Dinal (28) yang satu desa dengan Syamsudin menuturkan dari kisah turun temurun memang dikenal suara lelo sebagai petanda datang banjir besar. “Kalau yang diceritakan memang seperti itu, dan percaya tidak percaya memang sehabis bunyi besar air meluap dengan cepat datang,” sebutnya.

Bahkan kata Dinal, dari cerita yang didapat dari orang-orang tua kampung. Banjir kampar juga tak jarang diakibatkan naga yang mau keluar. “Untung saja saat banjir naga tidak keluar,” katanya.

Menurut sejumlah sejarah letusan Lelo Datuk Koto, bisa terdengar di seluruh wilayah kabupaten Kampar. Warga Kabupaten Kampar mempercayai hal itu sebuah pertanda alam.

Namun tidak semua yang mempercayai hal itu. Bahkan Agus, tetua di Desa Muara Jalai Kecamatan Kampar Utara, mengatakan tidak mendengar letusan Lelo seperti yang ramai dibicarakan. “Tidak ada dengar yang seperti itu,” katanya.

Agus lebih memaknai musibah banjir ini sebagai teguran tuhan kepada pemimpin yang tidak bisa mensejahterakan rakyatnya. “Makanya didatangkan bala bencana. Ujian untuk pemimpin, dan masyarakat juga ditunjukkan oleh Allah SWT seperti apa pemimpinnya jika rakyat terkena musibah,” katanya.

Namun menurut Pengamat Lingkungan, Dr Erviriadi SPi MSi, banjir yang melanda sebagian wilayah Kampar terutama yang berada dekat dengan aliran sungai akibat adanya kerusakan ekosistem pada hulu waduk PLTA Koto Panjang. “Ini mengindikasikan bahwa ada kerusakan, alih fungsi lahan pada hulu PLTA,” sebutnya.

Dosen UIN Suska Riau ini menguatkan dengan banjir yang membawa lumpur, menunjukkan bahwa adanya pengikisan di daerah hutan. “Karena kalau hutan masih ada tidak ada alih fungsi lahan, maka saat hujan turun pasti akan melewati kawasan tangkapan air yang mencegah terjadinya kikisan tanah,” katanya.

Lalu banjir juga disebabkan waduk PLTA Koto Panjang alami sedimentasi atau pendangkalan. Sehingga saat hujan deras debit air naik dengan cepat, meluap sehingga mau tidak mau pintu air dibuka, supaya tidak jebol.

“Jadi pemerintah harus melakukan perbaikan ekosistem di daerah-daerah tangkapan air jangan dialih fungsikan. Kalau ada perusahaan di sana cabut saja izinnya. Lalu harus dilakukan pengerukan pada waduk supaya dalam lagi. Kalau langkah ini tidak dilakukan bisa saja lima tahun lagi PLTA Koto Panjang jebol,” kira Elviriadi. (Riki)

Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap
Regional

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

...

Read moreDetails
Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Realisasi Investasi Riau hingga September 2026, Cek Selengkapnya

Data Realisasi Investasi Riau hingga September 2026, Cek Selengkapnya

New Honda Genio Perkuat Fitur Fungsional dan Efisiensi Harian

New Honda Genio Perkuat Fitur Fungsional dan Efisiensi Harian

Anak Muda dan Pekerja Swasta Dominasi Pasar Saham Riau. Dari Pegawai hingga Pelajar, Ini Profil Investor Pasar Modal di Riau

Dari Pegawai hingga Pelajar, Ini Profil Investor Pasar Modal di Riau

Next Post

Mamnoon Hussain Larang Valentine's di Negaranya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.