Mengapa Plt Gubri Pilih Banjir Ketimbang HPN?

Selasa, 09 Februari 2016 17:26

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2016 yang diselenggarakan di kota Mataram, Lombok Nusa Tenggara Barat, dijadwalkan akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo, selasa (9/2).

Melalui surat undangan panitia HPN 2016 nomor 61/PWI-P/HPN/XII/2015. Hal: Undangan Pendahuluan HPN 2016 (C), tanggal 17 desember 2015. Panitia HPN 2016 mengundang Plt Gubri H.Arsyadjuliandi Rachman.

Namun karena terjadinya bencana Banjir di tiga kabupaten Provinsi Riau yang mengakibatkan ribuan rumah masyarakat terendam air dan membuat aktivitas lumpuh, serta arus lalu lintas Riau-Sumatera Barat (Sumbar) terputus total. Plt Gubri membatalkan jadwal kegiatannya untuk mengahadiri acara Puncak Hari Pers Nasional 2016. Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Riau Darusman, selasa (9/2).

“Bapak Plt Gubri batal menghadiri HPN 2016. Beliau bersamadinas Sosial, BPBD, Dinas kesehatan dan dinas terkait lainya, saat ini fokus menangani banjir yang melanda di tiga kabupaten, ” kata Darusman.

Baca: Babinkamtibmas Pasang Spanduk, Salah Satu Upaya Cegah Aksi Kriminalitas

“Kami mohon maaf tidak bisa menghadiri, semoga acara HPN 2016 di Lombok Nusa Tenggara Barat berjalan sukses, dan dapat meningkatkan kinerja wartawan dalam memberikan informasi kepada masyarakat luas”, ujar Kepala Biro Humas Setda Prov Riau, Darusman.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Banjir di kabupaten Kampar melanda disejumlah kawasan seperti Kampar Kiri Hulu dan Kampar Hulu. Desa yang dilanda bajir diantaranya, Desa Domo sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK), Pulau Sawah 320 KK, Sei Liti 15KK, Kuntu 920 KK, Teluk Paman 132 KK, Lipat Kain Selatan 45 KK, Lipat Kain 29 KK, dan Lipat Kain Utara 25KK.

Di Koto Kampar Hulu akibat meluapnya kawasan Hulu sungai Kampar Kiri dan sungai Kampar Kanan akibat meluapnya sungai Sebayang. Banjir Mulai terjadi di Kampar kiri (8/2) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Sedangkan banjir di Koto Kampar Hulu bersamaan dengan banjir yang merendam wilayah Pangkalan Sumatera Barat.

Di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berdasarkan data dari BPBD Rohul, Lima kecamatan yang terdampak banjir adalah Tambah, Rokan IV Koto, Pagaran Tapah Darussalam, Kunto Darussalam dan Ujung Batu.

Di Rokan IV Koto rumah penduduk, ruas jalan Desa dan kecamatan serta puluhan hektar sawah, karet, dan sawit, serta tambal ikan terendam banjir. Banjir di kelurahan Ujung Batu merendam rumah penduduk tepatnya di lingkungan Koto Ruang (9KK), atau 37 jiwa, Desa Suka Damai merendam 33 rumah warga (147 jiwa). Di Pagaran Tapah Darussalam banjir merendam 140rumah (370 jiwa), di Desa Sangkir Indah.

Plt Gubernur Riau H.Arsyadjuliandi Rachman usai meninjau lokasi banjir di Kampar Kiri mengatakan banjir telah menyebabkan terputusnyajalur Sumbar-Riau akibat meluapnya sungai di Pangkalan, memang yang harus diantisipasi adalah aktivitas Ekonomi.

“Putusnya perbatasan Sumbar-Riau, jadinya tentu harus lewat Kiliran Jao. Dan kami lihat banyak mobil-mobil dari Sumbar melewati jalan Taluk Kuantan. Ini sangat berdampak bagi Riau. Masalah harga, terutama sembako harus diantisipasi betul,” ungkap Plt Gubri (8/9).

“Akibat lumpuhnya akses jalur darat antara Sumbar dan Riau, Hal ini berdampak padadistribusi logistik dan Sembako di Provinsi Riau. Khususnya sayuran-sayuran, yang memang banyak disuplai dari SumateraBarat” tambah Plt Gubri yang biasa disapa Andi Rachman.

Dalam upaya pencegahan kedepan sedapat mungkin perlunya menjaga resapan Daerah Aliran Sungai (DAS) bisa lebih baik menampung curah hujan, dan menghimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Bukit Barisan agar menjaga lingkungan mulai sekarang.

“Jangan ada lagi penebang liar, kepala Desa dan Camat dimintamengawasi karena dampaknya jugadari sana. Kemudian kualitas pembangunan perlu diperhatikan, begitu ada longsor jalan harus tetap dijaga, dengan pengalaman ini daerah-daerah sekitar yang terjadi longsor harus ada alternatif-alternatif” pesan Plt Gubri.

Selanjutnya pemprov Riau, kata Plt Gubri, diatelah melakukan Koordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD untuk turun kelokasi banjir. Membantu korbanbanjir dengan menyiapkan berbagai keperluan warga.

“Insya Allah, tim kita akan turun ke lokasi dan membawa kebutuhan bahan pokok.Tenda-tenda selimut dan obat-obatan juga harus disiapkan” ujar Plt Gubri. (Rilis/melba)