Luas Area Panen Bertambah, Produksi Padi di Riau Meningkat

Rabu, 02 Maret 2016 12:21

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Sepanjang 2015, berdasarkan angka sementara yang dirangkum Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, bahwa luasan area panen yang bertambah membuat tingkat produki gabah kering giling atau GKG di Riau juga ikut meningkat.

Kepala BPS Riau Mawardi Arsyad menjelaskan, berdasarkan data sementara dari hasil realisasi bulan Januari sampai Desember 2015, bahwa angka produksi padi di Riau mengalami peningkatan sebesar 393,917 ton GKG. Produksi tersebut meningkat sekitar 2,19 persen atau naik sebesar 8,442 ton GKG bila dibanding produksi padi tahun 2014.

“Terjadinya peningkatan produksi padi disebabkan meningkatnya luasan panen padi tahun 2015 sebesar 107,546 hektar yang meningkat sebesar 1,42 persen jika kita bandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Mawardi.

Dia menambahkan, selain itu tingkat produkstifitas padi juga naik sebesar 0,77 persen atau 0,28 kwintal per hektar GKG-nya. Berdasarkan subround, peningkatan luas panen terbesar secara absolut terjadi pada subround Januari sampai April 2015, yakni sebesar 7,690 hektar atau naik sebesar 13,81 persen.

Baca: Ilegal Jika Dishub Razia Tanpa Polisi

“Sementara untuk produksi padi sendiri kenaikan terbesar juga terjadi pada periode tersebut, yakni 28,837 ton GKG, jika dibandingkan pada periode sama ditahun sebelumnya,” sambungnya.

Sedangkan untuk sistem pola panen, dia menambahkan bahwa ditahun 2016 kecenderungannya sama dengan pola panen padi ditahun 2014. Pada periode Januari hingga April, puncak panen terjadi pada bulan Februari. Sedangkan dibulan Desember terjadi peningkatan luas panen menyerupai keadaan tahun 2014.

Data produksi tanaman ini memang hanya menyajikan produksi tanaman tertentu saja, diantaranya: padi, jagung, dan kedelai di Provinsi Riau. Penyajian data tanaman pangan ini dilakukan sebanyak 4 kali dalam jangka status tahun berbeda. Angka ramalan I yang dikeluarkan BPS terdiri dari realisasi produksi Januari hingga April dan prediksi Mei hingga Desember dengan mengacu pada luasan tanaman tersebut.

“Kami juga akan melakukan perkiraan pada angka ramalan ke II, yakni realisasi pada Januari hingga Agustus nanti. Jadi angka sementara ini merupakan realisasi produksi. Tapi belum final karena mengantisipasi kelengkapan laporan,” ujarnya.

Penulis: Melba