Kampung Jauh dari SPBU, Masih Dilarang Jual Bensin Eceran?

Senin, 05 Agustus 2019 14:19
Kampung Jauh dari SPBU, Masih Dilarang Jual Bensin Eceran?

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Nama desa tersebut Pebaun Hulu. Terletak di Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi. Selain Pebaun Hulu, ada dua desa lain yang berada di kawasan yang sama, yakni desa Pebaun Hilir dan desa Saik.

Untuk pergi ke tiga desa ini, hanya ada dua pilihan. Memakai kompang (kapal penyeberangan kecil) untuk menyeberangi sungai Batang Kuantan, atau memakai jalan darat melintasi kebun karet. Jalan darat ini jauhnya diperkirakan lima kilometer dari ibukota kecamatan.

Advertisement

Tak ada yang menyenangkan dari dua jalan tersebut. Jika memakai kompang, yang bisa menyeberang hanyalah sepeda motor. Jika jalan darat, sebagian jalan masih jalan batu, yang berdebu di musim kemarau, dan berlumpur di musim hujan.

BACA JUGA:  Kuansing Berlakukan Tes Suhu Tubuh Kepada Supir dan Pengumpang Travel

Bagaimana dengan SPBU? Yang terdekat adalah SPBU yang masuk di kecamatan Kuantan Tengah, yang secara umum disebut sebagai wilayah Teluk Kuantan (ibukota kabupaten). Jarak SPBU ini dari desa Pebaun Hulu kira-kira 30 menit sampai 45 menit perjalanan.

Baca: Laksanakan MTQ, Pemkab Rohil Gali Lubang Tutup Lubang

Jika memakai aturan Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, dimana pejual bensin eceran bisa dipenjara dengan lama kurungan sampai enam tahun dengan denda Rp30 miliar, maka warga Pebaun Hulu akan direpotkan untuk membeli bensin.

Penduduk yang sebagian besar penyadap karet ini harus pergi ke ibukota kabupaten, membeli bensin, dan kembali lagi ke kampung. Setidaknya, untuk membeli satu liter bensin, mereka harus mengorbankan satu jam waktunya (belum dihitung berapa bensin yang mereka habiskan untuk membeli bensin di SPBU).

BACA JUGA:  Video: Penampakan Proses Pembangunan Objek Wisata Air Panas di Kuansing

Dengan kondisi tersebut, PT Pertamina tidak menegaskan aturan apa yang dipakai. Yang jelas, jika melihat ke aturan UU Nomor 22 Tahun 2001 pasal 53, penjual bensin eceran diancam dengan hukuman maksimal tiga tahun penjara, dan denda maksimal Rp30 miliar.

Lalu, apa yang harus dilakukan warga desa Pebaun Hulu? Taat aturan UU dan membeli bensin jauh-jauh ke ibukota kabupaten, atau membeli saja eceran, yang penjualnya pasti juga warga Pebaun Hulu, yang terancam penjara tiga tahun dan denda Rp30 miliar? (bpc2)

Berita Terkini

Sabtu, 27 Februari 2021 05:00

Catatan Sejarah 27 Februari: Gempa 8,8 SR Guncang Chile, 525 Meninggal Dunia

peringatan tsunami diberikan kepada negara-negara Pasifik.

Jumat, 26 Februari 2021 20:31

OJK Pastikan Kinerja Perbankan di Riau Terkendali di Tengah Efek Perlambatan Ekonomi

Dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan meningkatnya risiko kredit.

Jumat, 26 Februari 2021 19:30

Manfaatkan Tol untuk Stimulus UMKM, Dumai Berusaha Bangkit dari ‘Keterpurukan Ekonomi’ 

Dumai sudah diuntungkan dengan hadirnya tol. UMKM bisa didorong untuk tumbuh.

Jumat, 26 Februari 2021 18:37

Ini Penjelasan Lengkap Aturan Baru Vaksin Mandiri

Peremnkes Nomor 10 rahun 2021.

Jumat, 26 Februari 2021 17:25

Kajati Riau Lantik Lima Kajari dan Dua Koordinator

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-IV-128/C/02/2021.

Jumat, 26 Februari 2021 16:55

Waspada, Ini Tanda-Tanda Keberadaan Buaya Muara

Di Riau sendiri, ada banyak laporan masyarakat yang menjadi korban buaya muara

Jumat, 26 Februari 2021 16:38

Vaksin Mandiri ‘Cederai’ Prinsip Kesetaraan, Petisi pun Digalang

Vaksin mandiri telah melanggar prinsip kesetaraan.

Jumat, 26 Februari 2021 15:30

realme Narzo 30 Diluncurkan Maret dengan Kekuatan Baterai Jumbo

realime Nazro 30 akan diluncurkan pada 3 Maret 2021.

Jumat, 26 Februari 2021 15:01

Soal Karhutla, M Adil: Pulang, Langsung Rapat

dia akan segera menggelar rapat dengan Forkompimda di Meranti terkait karhutla

Jumat, 26 Februari 2021 14:39

Dilantik Jadi Bupati, Adil Janjikan Segera Laksanakan Visi Misi

Tentang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, UMKM, air bersih