• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Jepang, Libido, dan Ekonomi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
28 Oktober 2013
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM – Ai Aoyama adalah seorang penasihat soal relasi dan seks. Tak jarang ia bisa juga bertindak sebagai mak comblang. Semua demi untuk menghidupi keluarganya di sebuah rumah tiga lantai di Tokyo, yang sekaligus berfungsi sebagai tempat prakteknya. 
 
Pada 15 tahun lalu Aoyama dijuluki Queen Ai alias Ratu Cinta. Kini, di usianya yang 52 tahun, pekerjaan itu seperti tak lagi menjanjikan. Tak banyak lagi orang yang membutuhkan jasa si Ratu Cinta ini. Di Jepang, jumlah orang single kian banyak. 
 
Menurut kaca mata Aoyama, Jepang kini sedang dilanda sebuah fenomena bernama sekkusu shinai shokogun alias sindrom hidup selibat. Dan ternyata bukan cuma dia yang melihat tren seperti itu. 
 
Sebuah survei dari Institut Nasional Riset Populasi dan Keamanan Sosial pada 2011 mendapati bahwa 61 persen pria tak menikah dan 49 persen perempuan single berusia antara 18-34 tahun tak memiliki hubungan romantis, naik 10 persen dari 5 tahun sebelumnya. 
 
Survei yang lebih awal dari Asosiasi Perencanaan Keluarga Jepang (JFPA), mendapati bahwa 45 persen perempuan berusia 16-24 tahun tak tertarik pada kontak seksual. Lebih dari 25 persen pria juga merasakan hal yang sama.
 
Fenomena ini telah banyak menarik perhatian media massa internasional. Mereka menganggap, hasrat orang Jepang akan seks semakin ‘kering’. Mereka juga menghubungkannya dengan fakta bahwa tingkat kelahiran anak di Jepang sangat rendah. 
 
Ini adalah sebuah paradoks mengingat bagaimana besarnya industri pornografi di negeri berpenduduk 126 juta itu. Tapi benarkah orang Jepang semakin kehilangan libido dan mengapa begitu?
 
William Pesek, kolumnis di Bloomberg, menilai sebaliknya. Orang Jepang, kata dia, bukannya sudah kehilangan libido. Mereka, ujar Pesek, hanya menghindari hubungan yang serius atau berkomitmen jangka panjang, seperti perkawinan. 
 
Soal fertilitas yang rendah, kata Pesek, juga dialami oleh negara lain seperti Republik Cek, Polandia, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, dan Taiwan. “Tapi mengapa media tak mengkategorikan negara-negara itu sebagai negeri kurang seks yang menuju pada kepunahan?” katanya. 
 
Pandangannya didukung oleh Jeff Kingston, Kepala Studi Asia di Temple University di Tokyo. “Tentu saja orang Jepang melakukan seks dan kalau jumlah hotel cinta sebagai barometer, bagaimana bisnis semacam ini bisa bertahan kalau orang sudah tak melakukan seks lagi?” katanya. 
 
Bagi Kingstron, premisnya sangat tak masuk akal. “Jepang memiliki angka kelahiran yang rendah dan itu gara-gara jarang melakukan seks?” katanya. “Ini bukan logika yang tepat untuk melihat penyebab utama keputusan orang-orang muda di Jepang untuk tak mau punya lebih banyak anak.”
 
Pesek mengatakan, media luput memasukkan data dari penelitian 2011 pada halaman 2. Pada halaman itu disebutkan bahwa 90 persen anak muda Jepang mengatakan mereka akan menikah, suatu hari nanti. 
 
Lebih lanjut Pesek mengatakan, penyebab rendahnya minat orang Jepang atas pernikahan ada hubungannya dengan perekonomian. Ini ada kaitannya dengan stagnasi perekonomian Jepang selama 20 tahun terakhir. 
 
Ekonomi yang stagnan membuat Jepang masih menjadi negeri dengan biaya hidup yang termasuk tertinggi di dunia. Mulai dari sewa rumah, makanan, sampai hiburan, sangat mahal di negeri ini. Situasi ini kemudian menimbulkan tekanan bagi masyarakatnya, terutama orang-orang muda. 
 
Alih-alih memiliki banyak waktu untuk bersantai dengan pasangan dan keluarga, anak-anak muda Jepang harus memikirkan bagaimana bertahan hidup setiap hari. Kaum lelaki tak jarang harus mencari pekerjaan sampingan yang membuat mereka harus pergi pagi dan pulang menjelang tengah malam. 
 
Bahkan pada akhir pekan pun mereka harus tetap bekerja. Lantas kapan berkencannya?
(sumber: detik.com)
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama
Nasional

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

Next Post
utang pemerintah indonesia

Woww...Utang Pemerintah Indonesia Kini Capai Rp 2.273 Triliun

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.