Ini Alasan Mengapa BI Perlu Kerjasama dengan Asing

Selasa, 01 Maret 2016 11:20

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Dominasi ekonomi Tiongkok, dalam perdagangan sedikit banyak diakui memang memberi pengaruh terhadap pergerakan ekonomi di Riau.

Deputi Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Riau, Irwan Mulawarman mengatakan, sejumlah komoditi di Riau diyakini memang masih bergantung kepada negara asing, seperti tiongkok. Diantaranya sub komoditi non Minyak dan Gas.

“Baik komoditas Migas dan non Migas, sama-sama memberi pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Riau. Dilakukannya kegiatan ekspor ke beberapa negara asing sudah tercatat sejak lama, dan kegiatan itu tetap akan terus berlangsung,” katanya, dalam seminar internasional yang berlangsung di Bank Indonesia (BI), Selasa (01/03/2016).

Dia menambahkan, mengingat kegiatan perekonomian itu sangat menentukan pergerakan pertumbuhan ekonomi, BI meyakini bahwa harus dilakukan kerjasama perbankan antar negara. Irwan menjelaskan, alasan mengapa BI perlu melakukan kerjasama tersebut, demi menjaga stabilisasi keuangan.

Baca: 4 Daerah Ini Diperkirakan Hujan Nanti Malam

“Kita perlu adanya anggaran berimbang, untuk menutupi devisit anggaran negara. Sebab kecenderungan negara berkembang, biasanya akan banyak mengalami kekurangan anggaran pemerintah. Sistem kerjasama itu bisa dilakukan seperti hutang, atau pinjaman,” sambungnya.

Selain itu BI juga perlu melakukan optimalisasi, mengingat untuk negara berkembang, biasanya akan dikhawatirkan masih memiliki tingkat resiko tertinggi. Cara mengukurnya, kata Irwan sangat sederhana, bisa dilihat dari tingkat suku bunga negara Indonesia dibanding negara-negara lain.

“Kalau suku bunganya lebih tinggi, maka dipastikan tingkat resikonya juga masih tinggi. Hal  ini masih terjadi dibeberapa negara berkembang. “Terjadi optimalisasi mata uang nantinya,” sambungnya.

Irwan melihat unsur pemeretaan itu yang harus di rebut. Sejauh ini pengelolaan keuangan masih terpusat pada sektor perbankan swasta. Ini kata dia yang harus direbut oleh BI dalam melakukan pengelolaan keuangan.

Geliat menurunnya ekonomi Riau ditahun 2015 lalu tentunya telah menjadi catatan penting bahwa ada beberapa hal yang harus diperbaiki, untuk kembali membangkitkan pertumbuhan ekonomi Riau tahun ini. Dengan kata lain keterlibatan aktifitas ekspor dan impor memang harus menjadi perhatian khusus. Sebab potensi pergerakan pertumbuhan positif ekonomi Riau ditahun ini sudah terlihat.

Penulis: Melba