FPI-Warga Bentrok, Apa Komentar Presiden?

Senin, 22 Juli 2013 09:11
BERTUAHPOS, JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai langkah yang diambil aparat kepolisian dalam menangani bentrok antara anggota Front Pembela Islam (FPI) dan warga di Kendal, Jawa Tengah, sudah tepat. 
 
Hal ini terlihat dari tidak semakin meluasnya bentrokan yang terjadi. “Saya menilai apa yang dilakukan kepolisian waktu itu tepat dan akhirnya bentrokan itu tidak berkembang lebih luas lagi,” ujar Presiden seusai melakukan buka bersama dengan 5.000 anak yatim di JIEXPO Kemayoran, Minggu (21/7/2013). 
 
Presiden mengaku mendapatkan kabar soal bentrokan yang menewaskan satu orang itu dari jejaring sosial. Ia kemudian meminta Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto dan Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo untuk memberikan laporan sesegera mungkin. 
 
“Atas kejadian itu, pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah yang diharapkan,” katanya. 
 
Kepala Negara menginstruksikan Polri dan aparat penegak hukum lain untuk tidak membiarkan kejadian seperti itu terulang lagi. “Hukum harus ditegakkan untuk mencegah konflik atau benturan horizontal dan dicegah untuk tidak ada elemen dari mana pun juga termasuk FPI yang melakukan kekerasan atau perusakan,” tutur Presiden. 
 
Sebelumnya, bentrok terjadi antara puluhan anggota FPI dan penduduk Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (18/7/2013). Satu orang tewas dalam peristiwa itu. Selain korban tewas, dalam bentrokan itu sedikitnya satu mobil yang ditumpangi rombongan FPI ludes dibakar massa, sedangkan tiga mobil FPI lainnya dirusak massa. 
 
Rombongan FPI gabungan dari Kendal, Temanggung, dan Kabupaten Semarang itu baru saja melakukan razia di lokasi prostitusi dan judi togel di Kota Sukorejo. Sehari sebelumnya, FPI juga merazia lokasi prostitusi di Sukorejo. 
 
Warga setempat kesal atas ulah anggota FPI yang melakukan sweeping di wilayah mereka. Tindakan FPI dinilai menyinggung warga Sukorejo karena dianggap main hakim sendiri. Terlebih lagi, para anggota FPI bukanlah warga setempat.
 
(kompas.com)