DPRD Minta Pemko Umumkan Hasil Investigas Pejabat yang Mundur

Senin, 29 Februari 2016 19:04

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Awal Februari lalu, Pemko Pekanbaru akan  membentuk tim investigasi terkait kemunduran delapan kepala puskesmas dan tiga posisi SKPD lainnya. Hal  tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Kota Pekanbaru M Noer.

Terkait hal tersebut, ketua Komisi III Nofrizal mengatakan bahwa sebelum dilakukannya lelang jabatan untuk kepala puskesmas, Pemko seharunya menyampaikan kepada khalayak umum hasil investigasi yang mereka lakukan.

“Kemarin katanya mau dilakukan investigasi, hasilnya mana? Sebelum dilakukan lelang jabatan, sebaiknya dituntaskan dulu agar bisa menjadi pelajaran kedepan,” kata Nofrizal, Senin (29/2/2016).

Politisi PAN tersebut menambahkan, lelang jabatan yang tengah dilakukan Pemko Pekanbaru, sebaiknya tidak hanya kepada kepala puskesmas, namun juga kepada seluruh struktur yang saat ini ada dilingkungan dinas kesehatan kota pekanbaru.

Baca: Titik Api Meranti dari PT NSP

“Supaya permasalahan yang sudah-sudah tidak terulang. Bukan hanya itu, lelang jabatan ini juga harus tetap sesuai prosedur. Jabatan PNS merupakan jabatan karir yang diukur dari lamanya pengabdian,” katanya.

Selain itu, dirinya mengharapkan agar seleksi yang dilakukan tersebut dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan,

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Mundurnya pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru seperti Kepala Dinas Cipta Karya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan delapan kepala puskesmas, masih santer menjadi pembicaraan.

Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru, Muhammad Noer turut berkomentar terkait hal tersebut. Dirinya sendiri mengakui bahwa akan menelusuri kenapa banyak pejabat yang mundur, terlebih lagi delapan kepala puskesmas mundur di saat kasus Demam Berdarah meningkat.

“Menyangkut dengan puskesmas tentang delapan kepala puskesmas yang mundur dari jabatannya, sementara situasi saat ini, kasus demam berdarah di Pekanbaru cukup banyak,” kata M Noer.

Khusus untuk kasus mundurnya kepala puskesmas, berdasarkan instruksi dari wali kota agar membentuk tim yang mengkaji terkait perihal yang membuat mereka mundur dari jabatannya. Apakah mereka mundur karena ingin mandiri atau ada perihal lain.

“Kita akan telusuri itu, apakah mereka ingin berkonsentrasi secara profesional dan menjadi dokter biasa atau ada alasan lain yang membuat mereka mundur dari. Untuk pembentukan tim ini, kami akan melibatkan berbagai unsur terkait,” jelas M Noer.

Penulis: Iqbal