Dituding Tidak Bekerja, Ini Kata BKSDA BLH

Senin, 07 Maret 2016 16:43

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Kepala Bidang Wilayah II, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLH), Supartono menanggapi tudingan Panglima Daerah Militer (Pangdam) I Bukit Barisan, Lodewyjk Pusung, yang menyebutkan bahwa lembaga itu tidak bekerja dalam mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau.

“Kami mengakui untuk personil kita memang kurang. Tapi anggota kami sudah turun semua ke lapangan. Secara keseluruhan anggota Manggala Agni hanya 182 orang untuk seluruh Riau,” kantanya.

Dia menambahkan, dari 182 orang itu terbagi ke 4 Daerah Operasi (Daop). Pertama, Daop Dumai dibagi menjadi 4 regu satu regu terdiri 13 orang. Wilayah tugasnya selain Dumai, adalah Rokan Hilir dan bagian Bengkalis.

Dari 4 regu itu, satu regu diturunkan di Pulau Rupat Kabupaten Bangkalis, dan Tasik Serai. Dua regu di Dumai. Sementara untuk di Siak wilayah tugasnya adalah Kabupaten Siak, sebagian Kabupaten Rohil. Sementara di Pekanbaru hanya 2 regu.

Baca: Permintaan Parcel Masih Sepi

“Membawahi Kabupaten Rohul, Kota Pekanbaru dan Kampar. Sementara di Renga ada 4 regu, membawahi Kabupaten Inhil, Inhu dan Pelalawan. Personil dari kita sendiri memang kenyataannya begitu,” sambungnya.

Dia menambahkan BKSDA sendiri masih sangat membutuhkan anggota yang lebih banyak. Sebab yang punya konsep tersebut adalah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Tugasnya mengcover di dalam atau diluar kawasan hutan untuk menamankan. Sebab hal itu sudah menjadi tugas dan fuksinya.

“Dengan kodisi sekarang anggota kita memang kurang. Untuk penambahan anggota, kami akan lihat dulu daerah-daerahnya, sama kemampuan dari Manggala Agni, berapa hektar kemampuannya. Sehingga akan diketahui berapa kebutuhannya. Idealnya berapa saya belum bisa katakan,” sambungnya.

Namun yang jelas, program BKSDA untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, kami sudah mendata ada 90 desa rawan Karhutla. Saat ini sudah berjalan 36 desa rawan untuk tetap melakukan patroli pencegahan. Terdiri TNI, Polri dan masyarakat, kemudian BKSDA.

Sebelumnya, Panglima Daerah Militer (Pangdam) I Bukit Barisan, Lodewyjk Pusung, menyentil Badan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLH) sengan nada tidak sedap.  “Makanya Kehutanan itu jangan hanya bisa SMS saja. Ini wilayah masih milik anda. Jangan tidur saja,” katanya, saat penetapan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lanud Pekanbaru.

Penulis: Melba