BEI Harap PNS jadi Investor Pasar Modal

Rabu, 24 Februari 2016 13:41

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Bursa Efek Indonesia atau BER Perwakilan Riau meminta Pemerintah Provnsi Riau ikut mendorong keterlibatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar terlibat sebagai investor di pasar modal. Hal itu mengingat tingginya tingkat investasi bodong yang terjadi disejumlah daerah di Provinsi Riau.

Kepala BEI Kantor Cabang Riau, Emon Sulaeman megatakan, setelah melakukan tinjauan langsung ke beberapa daerah di Riau, hasilnya sangat mengejutkan. Masyarakat golongan PNS di daerah acap kali menjadi korban investasi bodong, dengan iming-iming keuntungan yang besar.

“Untuk mengatasi persoalan ini, kami ingin mengajukan kolaborasi kerja dengan Pemerintah Provinsi Riau agar persoalan invetasi bodong tersebut bisa diatasi. Namun demikian dominasi keterlibatan pemerintah dalam hal ini tentu akan sangat dibutuhkan,” katanya, Rabi (25/02/2016).

Harapan terjalin kerjasama antar pemerintah daerah dengan BEI bisa dimulai dari Pemerintah Provinsi Riau. Dengan kolaborasi kerja tersebut, tentunya akan memberikan citra positif bagi Pemerintah Riau disektor pasar modal.

Baca: Pemkab Targetkan RAPBD 2016 Inhu Disahkan November ini

( Baca: 70 Triliun Investasi Antre Masuk Riau)

Selain itu, kata Emon, BEI juga menawarkan kepada perusahaan daerah untuk melakukan penambahan modal. “Jadi tidak hanya untuk investasi, tapi kami juga buka peluang permodalan untuk perusahaan daerah untuk tambahan dana. Beberapa perusahaan sudah kami coba masuk. Tapi tetap saja dorongan dari pemerintah akan sangat menentukan,” sambungnya.

Selain itu, BEI juga menawarkan kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk melibatkan para pelaku usaha kecil dan menengah atau UMKM untuk tambahan dana modal.

Maraknya investasi bodong sebelumnya memang merambah kepada masyarakat daerah di Riau. Iming-iming keuntungan besar, acap kali membuat masyarakat tertipu sehingga mengalami kerugian yang besar.

Upaya untuk mengatasi itu, kata Emon, cukup sulit dilakukan oleh BEI, sebab doktrin yang berkembang di tengah masyarakat saat ini, yakni invetasi saham adalah bentuk investasi yang tidak pasti dan tidak menjanjikan.

“Kami juga ingin pemerintah ikut terlibat memberikan penyadaran itu kepada masyarakat. Bahwa sesungguhnya, investasi saham jauh lebih aman. Keterlibatan pemerintah, kami sangat yakin akan memberikan pendidikan baru kepada masyarakat, bahwa sebenarnya investasi saham perlu bagi masyarakat untuk menyusun rencana keuangan jangka panjang,” ujar Emon.

Penulis: Melba