Bank Riau Jangan Manja, Fitra Sepakat PMK Diterapkan

Sabtu, 27 Februari 2016 11:36

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Kebijakan Pemerintah Pusat, melalui Menteri Keuangan mengeluarkan peraturan nomor 235 tahun 2015 itu, diyakini akan membuat perbangkan daerah Riau, Bank Riau Kepri (BRK) untuk tidak manja dengan sumber dana dari pemerintah.

Menurut Tim Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau, Triono Hadi, dengan hadirnya kebijakan dari Menteri Keuangan tersebut setidaknya membuat BRK, sebagai salah satu perbankan plat merah milik daerah untuk tidak manja dengan sumber anggaran yang mereka dapatkan selama ini.

“Tak lah. Tak akan terlalu berpengaruh terhadap BRK. Kalau mereka itu tidak manja,” katanya kepada bertuahpos.com, Kamis (27/02/2015).

Dia menambahkan bahwa dengan konversikaannya anggaran Dana Bagi Hasil atau DBH dan Dana Alokasi Umum (DAU) itu ke dalam surat berharga negara, akan mengantisipasi kebiasaan-kebiasaan lama pemerintah Riau yang “suka” mendeposit anggaran itu. Dan masyarakat selama ini mempertanyakan bunga anggaran itu dipergunakan untuk apa.

Baca: Jadwal Pemadaman Pekanbaru dan Sekitarnya Per 9 Oktober

Anggaran yang selama ini masuk ke perbankan daerah itu selama ini bisa digunakan sebagai sumber dana kedit, mengingat 70 persen sampai 80 persen sumber keuangan BRK dari pagu dana pemerintah itu.

“Makanya BRK jangan manja. Ini jadi tantanga BRK untuk mengembangkan diri, jadi jangan hanya bergantung pada anggaran pemerintah,” sambungnya.

Persoalan bisa atau tidak, BRK bertahan dengan kondisi seperti ini, menurut Tri, tergantung dari perbankan itu. Jika orang-orang yang duduk di BRK bisa bekerja profesional, tentunya harus bisa tetap tumbuh walau tanpa ada suplai dana dari Pemerinta Provinsi Riau.

Perbankan daerah seperti BRK, tentunya harus banyak belajar cara melakukan pengembanan sumber anggaran untuk lebih baik lagi. Hal itu bisa saja dilakukan dengan cara meubah strategi marketing untuk lebih gencar lakukan promosi.

Sebab, dalam situasi seperti ini, kata Tri, BRK harus aktif mengambil sumber dana dari nasabah. Bercermin dari bank konfensional saja, misalnya, yang sejak semula dengan sumber dana sedanya, bisa berkembang baik mendapatkan sumber dana untuk menopang keuangannya.

“Statergi bank konfensional bisa menjadi acuan BRK. Hal yang terpenting menurut saya yakni, bagaimana bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk tetap menabung di perbankan itu. Sisitemnya harus dipercantik lagi. Jangan seperti yang sudah-sudah,” ujarnya.

Penulis: Melba