Alfamart Resmikan Tiga Toko Waralaba Di Riau

Sabtu, 01 Februari 2014 13:42

BERTUAHPOS.COM, Pekanbaru– PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (PT SAT) sebagai pengelola jaringan ritel Alfamart memperluas jaringan bisnis waralabanya dengan membuka tiga toko waralaba pada Kamis (30/01/14) di Riau. Tiga toko yang diresmikan yaitu Toko Jensud 2 Dumai dengan Mitra Usaha CV. Buncepa Jaya, Toko RS. Efarina Kerinci dengan Mitra Usaha CV. Laujulu, dan Toko Delima dengan Mitra Usaha CV. Kurnia Delima.

Branch Manager Alfamart Pekanbaru, Sulardi menjelaskan pembukaan tiga toko waralaba secara bersamaan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Alfamart.

Advertisement

“Kami mengucapkan terima kasih karena telah dipercaya menjadi mitra dalam menjalankan bisnis ritel ini. Dibukanya tiga toko waralaba ini merupakan salah satu bentuk respon positif masyarakat terhadap kehadiran Alfamart.” paparnya.

Grand opening toko dimulai dengan kegiatan syukuran berupa pengajian bersama yang dihadiri oleh warga sekitar toko. Menjelang siang hari masyarakat mulai memadati toko yang diramaikan oleh kehadiran Albi, maskot Alfamart serta beragam promo menarik.

Baca: Tenas: Kita Terkejut dan Prihatin

Iwan Kurniawan, pemilik Toko Delima mengatakan bisnis waralaba telah menarik perhatian dan minatnya sejak bertahun-tahun lalu. Menurutnya bisnis ritel merupakan  bisnis yang prospektif karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Proses pemilihan waralaba minimarket memang saya lakukan dengan cermat, untuk itu saya searching mengenai beberapa artikel tentang waralaba minimarket di Indonesia, saya juga mengunjungi pameran waralaba, bahkan semenjak tahun 2006. Dari sana memperoleh gambaran tentang bisnis waralaba. Salah satu sisi positifnya, ya karena menyediakan kebutuhan masyarakat, maka pasti akan prospektif.” ucapnya.

Sementara Masinur Tarigan, pemilik Toko RS. Efarina Kerinci menjelaskan bahwa track record dan kinerja Alfamart yang baik menjadi dasar pertimbangan manajemen RS Efarina Kerinci menjatuhkan pilihannya. “Kami memerlukan minimarket selain sebagai bagian dari fasilitas juga sebagai investasi yang menguntungkan” tandasnya.

Berbeda halnya dengan Hardiyanto, pemilik Toko Jensud 2 Dumai, yang menjelaskan bahwa sebelumnya ia telah memiliki usaha minimarket namun tidak berjalan dengan baik.

“Kesibukan saya dan pengelolaan bisnis yang dilakukan orang lain menyebabkan saya tidak bisa mengontrol perkembangan toko dengan detail, pada akhirnya bisnis saya tutup. Namun hal itu tidak meruntuhkan semangat saya untuk memulai kembali bisnis minimarket bersama Alfamart. “ ungkapnya.

Sistem waralaba merupakan salah satu bentuk pengembangan bisnis yang dilakukan Alfamart. Dengan memberikan kesempatan menjadi mitra waralaba, Alfamart berupaya mendorong munculnya entreprenuer di bidang ritel. Hingga akhir tahun 2013, sudah 31% toko Alfamart yang sudah diwaralabakan.

“Sebagai bentuk dukungan terhadap bisnis waralaba, kami terus meningkatkan pelayanan serta memperbaharui sistem waralaba yang dijalankan sehingga ketertarikan dan kepercayaan masyarakat akan bisnis ini semakin meningkat.” pungkas Sulardi.
(Rls/Syawal)