• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Uni Eropa Diminta Stop Deportasi Pengungsi Afghanistan

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
22 Juli 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendesak Uni Eropa agar menghentikan tindakan deportasi terhadap pengungsi Afghanistan, apalagi di tengah situasi keamanan yang memburuk di negara itu.

Desakan itu muncul di tengah penarikan pasukan asing pimpinan Amerika Serikat dan upaya Taliban menguasai sebagian besar wilayah negara itu.

“Situasi keamanan di Afghanistan tidak memungkinkan orang untuk kembali ke negara itu karena membahayakan hidup mereka,” kata 30 LSM Eropa dalam pernyataan bersama, sebagaimana dikutip dari republika.co.id.

“Kami mendesak Komisi Eropa untuk merekomendasikan negara-negara anggotanya untuk menghentikan deportasi ke Afghanistan,” lanjut mereka.

LSM yang dipimpin pengungsi dan anggota diaspora Afghanistan juga menuntut agar negara-negara UE meninjau kembali keputusan-keputusan mereka bagi para pencari suaka Afghanistan yang masih ada di negara-negara Eropa, menahan diri untuk tidak menerapkan konsep Alternatif Perlindungan Internal (IPA) di Afghanistan.

Pemerintah Afghanistan telah meminta negara-negara UE termasuk Swedia, Norwegia, Finlandia, Prancis, Denmark, Inggris, Swiss, dan Belanda untuk menghentikan deportasi mulai 8 Juli dan seterusnya selama tiga bulan setidaknya hingga Oktober.

Kementerian Pengungsi dan Repatriasi juga mengatakan karena meningkatnya kekerasan oleh Taliban, gelombang ketiga pandemi Covid-19, dan krisis ekonomi, situasi di negara itu tidak kondusif untuk pemulangan paksa para migran Afghanistan. (bpc2)

Tags: AfghanistandepotasipengungsiUni Eropa
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Bentuk Vespa Primavera Kini Dilindungi Merek Dagang di 27 Negara Uni Eropa
Otomotif

Bentuk Vespa Primavera Kini Dilindungi Merek Dagang di 27 Negara Uni Eropa

...

Read moreDetails
Rumbai Ujung Disiapkan untuk Menampung Pengungsi Rohingya

Rumbai Ujung Disiapkan untuk Menampung Pengungsi Rohingya

indonesia gugat uni eropa

Indonesia Gugat Uni Eropa di WTO terkait Bea Masuk Baja Nirkarat

pengungsi afghanistan

Para Pengungsi Afghanistan di Pekanbaru Minta Segera Dipindahkan

Imigran Rohingya

Kasus Pengungsi Rohingya Melarikan Diri Sudah Terjadi Sejak Dipindahkan dari Lhokseumawe

menghentikan pasokan gas

Putin Siap-siap Lakukan ‘Serangan Balik’, Ekonomi Uni Eropa ‘Dibidik’

Next Post
kasus kematian covid

Penambahan 769 Kasus Covid-19 di Riau Hari Ini, 27 Meninggal Dunia

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.