• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Indonesia Pegang 90% Produksi Minyak Nilam Dunia dan Bakal Jadi Nilai Tambah Ekonomi Baru

Indonesia menguasai hingga 90% produksi minyak nilam dunia. BRIN mendorong riset, pemuliaan, hingga hilirisasi produk turunan nilam agar berkelanjutan dan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
1 September 2025
Indonesia Pegang 90% Produksi Minyak Nilam Dunia dan Bakal Jadi Nilai Tambah Ekonomi Baru

Indonesia Pegang 90% Produksi Minyak Nilam Dunia dan Bakal Jadi Nilai Tambah Ekonomi Baru

136
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Indonesia pegang 90% produksi minyak nilam dan menjadikan negara ini sebagai produsen utama di pasar dunia, sekaligus bertanggung jawab untuk memastikan produksinya.

“Minyak nilam Indonesia memiliki potensi strategis dan harus dijaga,” kata Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Puji Lestari.

Pasokan minyak nilam Indonesia menjadi andalan bagi industri parfum, kosmetik, aromaterapi, dan farmasi. Namun, komoditi ini dihadapkan pada tiga tantangan utama pengembangannya, yakni; produktivitas yang belum optimal, mutu minyak yang masih bervariasi, serta rantai pasok yang rapuh.

Kondisi ini berdampak pada nilai jual di pasar internasional. Riset pemuliaan, peningkatan teknik budi daya, dan pengembangan produk turunan bernilai tambah menjadi kunci. “Namun upaya ini membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dan lembaga,” katanya.

BRIN, telah memfokuskan riset minyak atsiri untuk memperkuat daya saing nasional. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, industri, hingga komunitas petani terus didorong agar terbentuk model produksi berkelanjutan yang memenuhi standar internasional.

Selain aspek teknis, Puji menilai keberhasilan produksi nilam juga ditentukan ekosistem sosial. Transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan kelembagaan sangat penting.

“Produksi yang berkelanjutan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesejahteraan petani,” ujarnya.

Kepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN, Setiari Marwanto, menekankan pentingnya riset berkelanjutan di lapangan. Menurutnya, nilam sudah lama menjadi andalan ekspor minyak atsiri, tetapi keberlanjutannya terancam penurunan produktivitas lahan, keterbatasan teknologi budidaya, serta fluktuasi harga.

“Inovasi tidak boleh berhenti di laboratorium. Harus diterapkan petani dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Peneliti Ahli Utama BRIN, Endang Hadipoentyanti, menyebut Indonesia menyumbang 80–90 persen produksi nilam dunia. 

Sebagian besar budidaya dilakukan oleh perkebunan rakyat di hampir seluruh provinsi. Data ekspor 2014–2023 mencatat tren positif, meski sebagian besar masih berupa bahan mentah.

Endang menyoroti penyakit layu bakteri sebagai ancaman serius karena dapat memusnahkan hingga 90 persen tanaman. Untuk itu, riset pemuliaan menghasilkan varietas unggul Patchoulina 1 dan Patchoulina 2 yang lebih tahan penyakit dan memenuhi standar mutu SNI.

“Namun, pengembangan varietas unggul hanyalah satu mata rantai. Hilirisasi menjadi tantangan berikutnya,” jelasnya.

Menurut Endang, hilirisasi sangat penting agar nilai tambah tidak hanya dinikmati luar negeri.

Beberapa UMKM di Kulon Progo, Madiun, dan Gianyar sudah mengembangkan produk turunan seperti aromaterapi, skincare, hingga produk kesehatan. Namun, promosi dan pasar masih terbatas.

“Pasar harus dijaga kontinuitasnya. Produk turunan nilam bisa menjadi penggerak ekonomi daerah jika ditopang strategi pemasaran yang kuat. Ini bukan hanya soal devisa, tetapi juga kedaulatan komoditas atsiri bangsa,” kata Endang.***

Tags: perkebunanpotensi ekonomisumber daya alam
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Yayasan Hutan Tropis Tawarkan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab
Lingkungan

Yayasan Hutan Tropis Tawarkan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab

...

Read moreDetails
Realisasi Penanaman Peremajaan Kebun Kelapa Riau Baru 48 Persen

Realisasi Penanaman Peremajaan Kebun Kelapa Riau Baru 48 Persen

Petani Masih Perlu Dukungan Pemerintah untuk Dongkrok Nilai Jual Kopi Liberika Meranti

Tembus 2 Ribu Ton Kepulauan Meranti Masih Jadi Daerah dengan Produksi Kopi Tertinggi di Riau

Panen Mangga Alphonso India Hancur Berantakan, Ini Penyebabnya

Panen Mangga Alphonso India Hancur Berantakan, Ini Penyebabnya

Petani Masih Perlu Dukungan Pemerintah untuk Dongkrok Nilai Jual Kopi Liberika Meranti

Petani Masih Perlu Dukungan Pemerintah untuk Dongkrok Nilai Jual Kopi Liberika Meranti

BI Riau Dorong Pengembangan Potensi Kopi Lokal Lewat Peningkatan Kapasitas SDM

BI Riau Dorong Pengembangan Potensi Kopi Lokal Lewat Peningkatan Kapasitas SDM

Next Post
Bupati Pelalawan Bersama Forkopimda Pelalawan

Bupati Pelalawan Bersama Forkopimda: Mari Kita Jaga Keamanan dan Persatuan Pelalawan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.