• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Menelaah Seberapa Tahan Corona di Suhu Tinggi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
6 April 2020
112
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter



BERTUAHPOS.COM – Peneliti Bidang Mikrobiologi, Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra mengatakan, proses penyebaran COVID-19 di lingkungan dengan suhu dan kelembaban tinggi memang cenderung lebih lambat dibandingkan dengan lingkunan bersuhu rendah dan kering.

Dia menjelaskan, jika merujuk pada beberapa fakta, jumlah penderita Covid-19 itu memang sebagian besar di negara yang suhu udaranya lebih rendah, kira-kira di bawah 18° C, dengan suhu di atas 18° dengan kelembaban absolut lebih dari 9g/ m³ hanya sekitar 6% dari jumlah total penderita di dunia.

Adapun sebelumnya, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ari Fahrial Syam sempat menyebut bahwa kemampuan bertahan SARS-CoV-2 lebih tinggi di lingkungan bersuhu rendah terlihat dari tingginya penyebaran virus tersebut di kota-kota dengan suhu rendah.

“Pusat penyebaran Covid-19: Wuhan 13° C, Qom 19°C, Daegu 11°C, Lombardy 14°C, Hokkaido 0°C. Virus memang lebih lama bertahan di luar pada suhu dingin,” demikian disampaikan oleh Ari melalui akun Twitter-nya @DokterAri belum lama ini.

Namun, Sugiyono melanjutkan ketika musim kemarau tiba dan penyebaran Covid-19 makin melambat bukan berarti upaya penanggulangan dan pencegahan tidak lagi dilakukan sepenuhnya. Upaya pembatasan sosial (social distancing) diikuti oleh perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat harus tetap dilakukan mengingat banyak faktor lain yang mempengaruhi penyebaran virus, sebagaimana dikutip dari bisnis.com.

“Misalnya, faktor lain yang berpengaruh adalah demografi pasien dan karakteristik virusnya yang bermutasi. SARS-CoV-2 yang ada saat ini karakternya tentu sudah berbeda dengan yang pertama kali ditemukan di Wuhan pada Desember tahun lalu. Virus bermutasi itu pasti, tinggal cepat atau lambatnya saja bagaimana,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sugiyono menjelaskan SARS-CoV-2 seperti keluarga virus corona lainnya memiliki kemampuan mutasi yang tak lebih cepat dari virus influenza. Virus tersebut diketahui melakukan satu hingga dua mutasi per bulan atau dua hingga empat kali lebih lambat dari virus influenza.

Walaupun demikian, patut diingat jika keluarga virus corona adalah termasuk dalam kategori virus RNA (ribonucleic acid/asam ribonukleat). Virus RNA umumnya memiliki tingkat mutasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan virus DNA (deoxyribonucleic acid/asam deoksiribonukleat).

“Keluarga virus corona ini termasuk virus RNA, walaupun memang lebih lambat mutasinya dari virus influenza tetapi tetap saja jauh lebih cepat dibandingkan virus yang termasuk virus DNA,”

Selama ini, pembuatan vaksin untuk penyakit yang disebabkan oleh virus RNA cenderung sulit dan membutuhkan waktu lama. Pasalnya, virus RNA ini punya satu rantai yang cenderung berubah-ubah dann dapat dengan mudah berkembang.

Dari argumentasi ini, telah bisa benjawab pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjadi buah bibir masyarakat Indonesia lantaran memprediksi pandemi virus corona jenis baru atau Covid-19 bakal mereda pada April.

Prediksi tersebut didasari oleh hasil kajian dan riset yang menyatakan bahwa virus penyebab Covid-19, yaitu SARS-CoV-2 tidak kuat bertahan di lingkungan beriklim tropis dengan suhu dan kelembaban yang relatif tinggi, seperti Indonesia. “Dari hasil modelling, cuaca Indonesia di ekuator yang panas dan humidity tinggi maka untuk Covid-19 itu enggak kuat,” ujarnya dalam konferensi video, menjelang penghujung pekan lalu.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan indikasi pengaruh cuaca dan iklim dalam penyebaran Covid-19 berdasarkan kajian yang dilakukan melalui analisis statistik, permodelan matematis, dan studi literatur. Kajian tersebut menyimpulkan bahwa kondisi lingkungan Indonesia sebenarnya tidak ideal untuk peningkatan kasus atau outbreak Covid-19.

“Terutama di bulan April hingga puncak musim kemarau di Agustus nanti yang diprediksi akan mencapai suhu rata-rata antara 28°C hingga 32°C dan kelembaban udara berkisar antara 60 s/d 80 persen,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati akhir pekan lalu. (bpc3)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Gerakan Indonesia Asri Menggema di Taman Jalur Kuansing, Gerindra Turun Bersihkan Sampah dan Tanam Bibit
Berita Kuansing

Gerakan Indonesia Asri Menggema di Taman Jalur Kuansing, Gerindra Turun Bersihkan Sampah dan Tanam Bibit

...

Read moreDetails
Seru! Guru dan Pegawai di Hulu Kuantan Adu Kekompakan, Lomba Tradisional Meriahkan HUT Kuansing ke-27

Seru! Guru dan Pegawai di Hulu Kuantan Adu Kekompakan, Lomba Tradisional Meriahkan HUT Kuansing ke-27

Dedikasi Berbuah Pangkat, AKP Syarif Sujono Naik Jadi Kompol, Kapolres Kuansing: Ini Amanah

Dedikasi Berbuah Pangkat, AKP Syarif Sujono Naik Jadi Kompol, Kapolres Kuansing: Ini Amanah

Inilah 7 Tools AI untuk Membuat Video dengan Mudah dan Cepat

Inilah 7 Tools AI untuk Membuat Video dengan Mudah dan Cepat

Cara Mudah Memindahkan WA ke HP Baru Tanpa Menghilangkan Chat Lama

Cara Memindahkan WA ke HP Baru Tanpa Menghilangkan Chat Lama

Inilah 5 Tempat Wisata di Nganjuk Jawa Timur yang Harus Kamu Kunjungi

Inilah 5 Tempat Wisata di Nganjuk Jawa Timur yang Harus Kamu Kunjungi

Next Post

Bill Gates Bicara Sosial Distancing Tanggapi Kondisi Terburuk di AS Akibat Wabah Mematikan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.