• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Heboh Warga China Rugi hingga Rp23,5 Triliun Akibat Investasi di Emas Digital

Arus penarikan dana yang sangat cepat memicu krisis likuiditas di JWR, sehingga perusahaan gagal memenuhi permintaan pencairan pelanggan, penarikan dana tersendat dan memicu kepanikan.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
4 Februari 2026
Heboh Warga China Rugi hingga Rp23,5 Triliun Akibat Investasi di Emas Digital

Heboh Warga China Rugi hingga Rp23,5 Triliun Akibat Investasi di Emas Digital

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Kehancuran mendadak platform perdagangan emas digital milik JWR Group menggemparkan Shenzhen, selatan Cina.

Puluhan ribu investor ritel dilaporkan tidak bisa menarik dana mereka, dengan total kerugian gabungan disebut melampaui 10 miliar yuan atau sekitar Rp23,5 triliun.

Lonjakan harga emas global dalam beberapa bulan terakhir mendorong investor ritel memburu cuan lewat platform logam mulia online, termasuk JWR.

Ketika harga kembali menembus rekor, banyak pengguna mencoba mencairkan keuntungan secara serentak.

Laporan South China Morning Post dikutip Bertuahpos, Rabu, 4 Februari 2026, menyebut arus penarikan dana yang sangat cepat memicu krisis likuiditas di JWR.

Perusahaan kemudian gagal memenuhi permintaan pencairan (redemption) pelanggan, sehingga penarikan dana tersendat dan memicu kepanikan.

Sejumlah laporan media juga menggambarkan insiden ini sebagai salah satu skandal perdagangan emas terbesar dalam beberapa tahun terakhir karena skala dana yang tertahan dan jumlah korban.

Otoritas dan pelaku pasar kini menyoroti dampaknya pada kepercayaan investor ritel terhadap produk “emas digital” berbasis platform.

Sorotan lain datang dari analisis yang menilai kasus JWR membuka kelemahan pengawasan pada area “abu-abu” layanan keuangan—ketika platform memosisikan diri sebagai perusahaan teknologi/perantara, bukan lembaga keuangan, sehingga tidak tunduk pada persyaratan cadangan/modal seperti pelaku berlisensi.

Model bisnis semacam itu, menurut laporan tersebut, memungkinkan platform menerima dana nasabah untuk posisi emas tanpa standar kecukupan cadangan yang ketat.

Saat gelombang penarikan terjadi bersamaan, mismatch likuiditas langsung terlihat dan mempercepat gagal bayar.

Di tengah kegaduhan kasus JWR, kekhawatiran pasar disebut meluas ke ekosistem perdagangan emas di kawasan pusat perdagangan perhiasan setempat.

SCMP melaporkan ketidakpastian meningkat ketika platform lain juga menghadapi tekanan pembayaran, memicu kecemasan baru di kalangan investor.

Media lain di kawasan juga menyoroti besaran kewajiban yang belum terbayar dapat melebihi angka 10 miliar yuan. Sejumlah laporan bahkan menyebut nilai yang lebih besar, meski angka pastinya masih bergantung pada verifikasi otoritas dan data internal perusahaan, dikutip dari thestandard.com.hk.

Kasus ini menjadi pengingat risiko pada instrumen investasi berbasis aplikasi yang menawarkan eksposur komoditas tanpa struktur perlindungan yang transparan.

Investor ritel disarankan mengecek legalitas, mekanisme penyimpanan aset (apakah ada emas fisik yang benar-benar tersedia), serta ketentuan penarikan sebelum menempatkan dana.

Peristiwa JWR juga mempertegas bahwa reli harga emas dapat memicu “rush” penarikan yang menguji ketahanan likuiditas platform.

Otoritas diharapkan memperketat pengawasan pada produk emas digital agar tidak kembali menimbulkan kerugian massal bagi masyarakat.

Platform emas digital JWR di Shenzhen kolaps; investor gagal tarik dana. Kerugian ditaksir lebih dari 10 miliar yuan (Rp23,5 T), pihak otoritas tengah menyelidiki kini.***




 

Tags: harga emasHukumInvestasi
Share9Tweet6Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Karhutla Hancurkan Hampir 300 Rumah, 1.000 Warga Mengungsi
Ekonomi

Dampak Karhutla Mengancam Investasi Properti hingga Awal 2027

...

Read moreDetails
Harga Emas Dunia Hadapi Ujian Berat — Analis Saxo Bank

Harga Emas Dunia Makin Tertekan Akibat Gejolak Energi dan Tekanan Geopolitik

Riau Cari Investor untuk Pelabuhan Buruk Bakul

Riau Cari Investor untuk Pelabuhan Buruk Bakul

Harga Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed Tekan Emas Dunia

Harga Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed Tekan Emas Dunia

Harga Emas Pegadaian 28 September 2026

Harga Emas Pegadaian 28 September 2026, Antam 1 Gram Rp2,65 Juta, Cek Selengkapnya di Sini

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Utang Luar Negeri Indonesia Juli 2026 Naik 4,9%, Ini Rinciannya

Next Post
Lebih 90 Ribu Kapal Lintasi Selat Malaka Tiap Tahun, Pengembangan Konektivitas Riau - Malaysia Perlu Dipercepat

Lebih 90 Ribu Kapal Lintasi Selat Malaka Tiap Tahun, Pengembangan Konektivitas Riau - Malaysia Perlu Dipercepat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.