SEEKOR anak gajah berhasil menjadi daya tarik pengunjung dan membuat Taman Wisata Alam (WTA) Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, ramai saat musim liburan seperti ini.
Warga banyak memanfaatkan momen liburan panjang sekolah untuk berwisata bersama keluarga karena hanya berjarak sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Pekanbaru. Menurut pengelola, “tempat ini sudah ramai dipadati pengunjung sejak awal liburan kemarin.”
TWA Buluh Cina menawarkan suasana alam yang asri dan udara segar khas hutan tropis. Namun yang paling mencuri perhatian pengunjung saat ini, kehadiran seekor anak gajah bernama Dona.
Gajah betina kecil ini menjadi primadona baru di kawasan wisata tersebut. Banyak pengunjung datang khusus untuk melihat langsung tingkah lucu Dona yang menggemaskan.
Tidak hanya Dona, induk gajah bernama Ngatini juga turut menjadi perhatian. Para pengunjung tak lupa membawa buah-buahan seperti pisang dan semangka untuk memberi makan kedua gajah tersebut.
Kegiatan ini menjadi pengalaman seru bagi anak-anak yang jarang melihat hewan besar seperti gajah dari jarak dekat.
Andri, salah satu pengelola TWA Buluh Cina mengatakan, lonjakan pengunjung terjadi sejak viralnya video Dona di media sosial TikTok.
“Memang akhir-akhir ini pengunjung meningkat pesat, apalagi pas libur sekolah. Banyak yang datang karena lihat video Dona yang viral di TikTok. Mereka penasaran dan ingin mengajak anak-anak langsung ke sini,” kata Andri kepada Bertuahpos, Jumat 27 Juni 2025.
Pihak pengelola WTA Buluh Cina telah menambah petugas jaga dan meningkatkan pelayanan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan.
“Kita tambah petugas agar keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga. Kami juga edukasi mereka agar memberi makan gajah dengan buah-buahan yang aman,” ujarnya.

Salah satu pengunjung bernama Wenny, warga asal Pekanbaru, mengaku tertarik datang karena anak-anaknya melihat video Dona di TikTok.
“Anak saya lihat Dona di TikTok terus minta ke sini. Pas banget liburan sekolah, ya kami sekalian jalan-jalan ke Buluh Cina,” ujar Wenny.
Senada dengan itu, Vivi Amelia, pengunjung dari Rokan Hilir, juga memilih TWA Buluh Cina sebagai tujuan wisata keluarga besar mereka.
“Kami rombongan satu keluarga besar, mau refreshing dan bawa anak-anak lihat gajah. Tempatnya juga asri dan tidak terlalu jauh dari kota,” ungkapnya.
Bagi pengunjung yang ingin datang ke TWA Buluh Cina, akses menuju lokasi cukup mudah. Di kawasan ini, pengunjung juga bisa menikmati aktivitas piknik bersama keluarga.
Andri berharap, momentum ini bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan konservasi alam dan satwa kepada masyarakat.
“Semoga dengan ramainya pengunjung, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam dan satwa juga semakin meningkat,” pungkasnya.***
— Habibie
Simak berita lainnya tentang Travelling









