Catatan Sejarah 11 Maret: Kontroversi Supersemar

Rabu, 11 Maret 2020 09:09

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) keluar pada 11 Maret 1966. Isinya adalah perintah Presiden Soekarno kepada Soeharto untuk memulihkan kondisi setelah peristiwa G30S/PKI.

Sebelumnya, ada tiga jenderal yang dikirim oleh Soeharto menemui Bung Karno di Istana Bogor. Ada banyak versi cerita bagaimana Supersemar bisa diserahkan. Ada versi yang mengatakan Bung Karno ditodong pistol. Ada pula yang mengatakan Bung Karno menyerahkannya secara sukarela.

Namun yang jelas, setelah keluarnya Supersemar, Soeharto mempunyai kekuasaan yang sangat besar. Dia segera membubarkan PKI dan menangkapi orang-orang yang diduga terlibat PKI, termasuk para menteri pendukung Bung Karno.

Tak sampai disitu, Soeharto juga membubarkan partai politik. Surat protes dari Bung Karno tak diindahkan Soeharto.

Baca: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Syamsuar: Insyaallah Kita Akan Kedatangan Banyak Tamu Istimewa

Bahkan, Soeharto membubarkan pasukan Tjakrabirawa, pasukan pengamanan Bung Karno. Kekuasaan Bung Karno terus diredupkan, sementara kekuasaan Soeharto semakin besar.

Ada tiga versi Supersemar yang disimpan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Hanya saja, diyakini tak satupun dari tiga surat tersebut yang asli 100 persen, dikutip dari berbagai sumber. (bpc2)